Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Proyek Terancam di Blacklist, Pengawasan Ekbang di Lutim Dinilai Lemah
Metro

Proyek Terancam di Blacklist, Pengawasan Ekbang di Lutim Dinilai Lemah

Redaksi
Redaksi Published 11 Oktober 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Pengawasan dan evaluasi dari Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Luwu Timur dinilai lemah sehingga disinyalir banyak pekerjaan atau proyek tahun 2014 ini terancam akan di blacklist atau di putus kontrakkan.

Hal ini diungkapkan, Hasan, juru bicara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Himpunan Masyarakat Anti Korupsi (Hamas) Luwu Timur, Sabtu (11/10/14).

Menurut Hasan, pekerjaan yang terancam akan diputus kontrak diantaranya pekerjaan sipil jembatan dan pekerjaan aristek tahun 2014. Seperti proyek arsitek, kata Hasan, waktu untuk finishing butuh waktu lama hingga satu setengah bulan lamanya.

“Waktu finishing butuh waktu satu sampai satu setengah bulan, Jika pekerjaan dilakukan dengan cara tergesah-gesah, diduga akan ada yang terabaikan dan berpengaruh pada kualitas kerja sehingga akan terjadi kerugian negara,” ungkap Hasan.

Selain itu, lemahnya managemen Panitia Pembuat Komitmen (PPK) seperti adanya mines 10 persen dalam pekerjaan yang mestinya PPK harus langsung melakukan rapat pembuktian, mencarikan solusi atau mengambil langkah administrasi.

“Banyak proyek yang bobot pekerjaan antara rencana dan realisasi jauh berbeda hingga kurang dari 10 persen atau deviasi sehingga pekerjaan tersebut sangat rawan putus kontrak,” ungkap Hasan.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Ekbang Kabupaten Luwu Timur, Farida Clara yang coba dikonfirmasi baik melalui via telepon maupun via Short Message Service (SMS) tidak berhasil. Handpone miliknya aktif namun tidak dijawab. (*)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Sekda Apresiasi Bantuan Baznas Untuk Petugas Kebersihan Kantor Bupati

Rapiuddin : Wakaf Miliki Potensi Luar Biasa dalam Pembangunan

TP-PKK bersama DWP Lutim Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW ke 1445 H

Irman YL Warning Perambah Hutan

Bupati Budiman : Tahun 2024 Anggaran di Sektor Pertanian dan Perikanan akan Ditambah

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kerap Terjadi Konflik, Arifin Mengaku Malu
Next Article Konflik di Luwu Utara, Puluhan Rumah Terbakar

You Might Also Like

Metro

Ini Saran Cakka Kepada Tim Pencari Aviastar

5 Oktober 2015
News

Hari Ini, 3.539 Siswa SMA di Palopo Ikuti UN

14 April 2014
Luwu Timur

Pesparawi Bangkitkan Semangat Kerukunan

25 Oktober 2014
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Wanti-Wanti ASN yang Minta THR ke Perusahaan dan Masyarakat

26 Maret 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?