Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi mengaku malu dengan kerapnya terjadi pertikaian atau konflik yang terjadi di daerah yang dipimpinnya. Hal ini diungkapkan dihadapan ratusan peserta yang hadir dalam acara Rekonsiliasi Rekonstruksi dan Rehabilitasi Penanganan Konflik yang berlangsung di hotel remaja Masamba, Jum’at (10/10/14).
“Sebenarnya saya malu melihat judul kegiatan yang kita laksanakan ini yaitu penanganan konflik sosial,” ungkap Arifin
Sebagai pemegang kendali dan simpul koordinasi dalam mejaga stabilitas gangguan keamanan, kata Arifin, dirinya dapat menurunkan seluruh kekuatan diantaranya Brimob dan Tentara Nasional Indoensia (TNI) sesuai Inpres No 2 tahun 2013.
“Saya masih menyayangi masyarakat Luwu Utara, andaikan tidak, saya sudah menurunkan seluruh kekuatan seperti brimob atau dari TNI Kompi 721 untuk melakukan keamanan,” ungkap Arifin.
Padahal lanjut Arifin, beberapa waktu yang lalu telah dilakukan pertemuan yang dihadiri oleh aparat kepolisian, para kepala desa serta tokoh masyarakat dalam rangka penanganan konflik tersebut.
“Hasi pertemuan itu di sepakati bahwa tembak ditempat siapa saja yang melakukan konflik jika pendekatan persuasif sudah dilakukan namun tidak menghasilkan apa apa, dan rekomendasi itu sudah saya tanda tangani,” ungkap Arifin. (*)





