Bupati Luwu, Andi Mudzakkar menyarankan agar tim pencarian pesawat Aviastar, yang hilang kontak sejak Jumat (2/10/15) lalu, yang dilakukan oleh Basarnas agar menggunakan anjing pelacak atau K9. Saran itu disampaikan agar proses pencarian pesawat tersebut bisa berjalan efektif.
Menurut Cakka, sapaan akrab Andi Mudzakkar, pencarian yang dilakukan melalui jalur darat, pasti akan berlangsung efektif jika melibatkan anjing pelacak. “Anjing pelacak bisa mendeteksi keberadaan pesawat Aviastar, jika memang benar jatuh di wilayah pegunungan,” ungkapnya.
Selain menyarankan menggunakan anjing pelacak, Cakka juga berpendapat jika pencarian pesawat sebaiknya difokuskan di wilayah Gunung Kecamatan Latimojong, dan Desa Bolu, Kecamatan Bastem.
Pasalnya, kedua wilayah itu dinilai merupakan kawasan yang masih didominasi oleh hutan lebat. Berbeda dengan wilayah pencarian di wilayah lainnya di Kabupaten Luwu.
Dia mencontohkan di Kecamatan Bua misalnya, merupakan wilayah yang didiami oleh banyak penduduk yang tinggal dan berkebun. Jikapun memiliki kawasan hutan, luas arealnya sangat kecil, sehingga jika pesawat Aviastar jatuh di wilayah itu, dipastikan sudah ditemukan oleh warga.
“Daerah yang sudah kita sisir seperti di Kecamatan Bua, Bastem, dan Bastem Utara, merupakan kawasan yang banyak warga bermukim dan berkebun, jadi kalaupun pesawat jatuh di wilayah ini pasti dengan cepat diketahui oleh warga. Berbeda dengan di Kecamatan Latimojong dan Bastem yang masih diodominasi hutan lebat dan medan yang terjal,” ungkap Cakka.
Cakka juga sudah menjadwalkan akan terjun langsung ke wilayah Latimojong untuk melakukan pencarian besok. Bupati yang juga memiliki hoby adventure ini akan mulai melakukan penyisiran di hutan perawan di kaki gunung Latimojong.
Untuk diketahui, Pesawat Aviastar jenis Twin Otter dinyatakan hilang kontak sejak Jumat (2/10/15) lalu. Hingga hari ke tiga pencarian pesawat yang dilakukan melalui darat, udara, dan perairan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan pesawat yang mengangkut 10 orang tersebut.
Sementara itu, demi mengantisipasi kemungkinan terburuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu telah menyagakan seluruh Puskesmas.
Penyiagaan fasilitas kesehatan milik pemerintah itu dilakukan untuk mengantisipasi dan melakukan tindakan cepat penanganan korban, jika sewaktu-waktu pesawat Aviastar ditemukan.
Selain itu, di RSUD Batara Guru belopa, juga telah disiagakan Unit Gawat Darurat (UGD) Khusus korban Aviastar. Direktur RSUD Batara Guru, Suharkimin, mengatakan, UGD Khusus itu sengaja disiapkan untuk dilakukan penanganan cepat, jika saja masih ada korban Aviastar yang ditemukan masih hidup.




