Sebanyak 416 Kepala Keluarga (KK) yang ada di perumahan F Soroako dan Camp Security dikecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur menolak penutupan pengelolaan limbah rumah tangga (F Lagoon) yang akan dilakukan oleh PT Vale Indonesia, Tbk.
Penolakan tersebut disampaikan oleh warga perumahan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Magani Bersatu (Format) melalui orasi dan spanduk yang telah dipasang didepan bandar udara Soroako, Selasa 21 Februari 2017.
Aksi damai yang diberi nama, aksi 212 ini terlihat tertib dengan mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur dan Mapolsek Nuha. Koordinator aksi unjuk rasa, H Burhanuddin, mengatakan, informasi penutupan F Lagoon ini menciderai warga.
Soalnya, kata Burhanuddin, F Lagoon atau danau tempat pembuangan limbah rumah tangga tersebut adalah merupakan satu – satunya tempat pembuangan limbah warga. “Kalau ditutup kemana lagi warga membuang limbahnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jumlah warga yang ada di perumahan F Soroako dan Camp Security sebanyak 416 Kepala Keluarga. Menurutnya, rapat yang melibatkan tiga Pilar kecamatan Nuha, Rabu (1/2) lalu tidak melibatkan warga perumahan F Soroako.
“Jumlah kami tidak sedikit pak, kasihan kalau ditutup. Rapat rencana penutupan ini juga tidak dilibatkan warga F Soroako dan Camp Security,” ungkap Burhanuddin yang mengaku hanya melibatkan tim tiga Pilar kecamatan Nuha yakni PT Vale, pemerintah, dan warga.
Sementara itu, Vice President PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto mengatakan, F Lagoon tersebut harus dibicarakan secara bersama – sama dengan harapan dapat melahirkan solusi. “Apapun solusi yang disepakati nanti akan kita dukung,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika nantinya hasil kesepakatan bersama solusinya adalah Septic Tank, juga akan didukung asalkan jelas. “Mau solusi lain akan kita dukung, asalkan itu menjadi kesepakatan kita bersama,” ungkap Bernardus.




