Vice President PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto mengaku tempat penampungan limbah rumah tangga atau F – Lagoon saat ini sudah over capacity atau kelebihan kapasitas.
Soalnya, Danau atau Lagoon tersebut didesain hanya untuk beberapa warga saja. Namun saat ini, sudah banyak warga yang telah membuang limbahnya ditempat tersebut.
“Yang pastinya kalau kita mau jujur – jujuran ya, F Lagoon itu sudah Over Capacity,” ungkap Bernardus saat menemui warga yang melakukan aksi unjuk rasa didepan bandar udara Soroako, Selasa 21 Februari.
Oleh karena itu, kata Bernardus, semua pihak harus mencarikan solusi dan tidak menutup mata seolah – olah tidak akan terjadi masalah dikemudian hari. “Tetap ada masalah, gimana coba kalau perusahaan sudah tidak ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, F Lagoon tersebut harus dibicarakan secara bersama – sama dengan harapan dapat melahirkan sebuah solusi. “Apapun solusi yang disepakati nanti akan kita dukung,” katanya.
Jika nantinya, kata Bernardus, hasil kesepakatan bersama melahirkan solusi Septic Tank, juga akan didukung asalkan jelas. “Mau solusi lain akan kita dukung, asalkan itu menjadi kesepakatan kita bersama,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sebanyak warga yang ada di perumahan F Soroako dan Camp Security dikecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur menolak penutupan pengelolaan limbah rumah tangga (F Lagoon) yang akan dilakukan oleh PT Vale Indonesia, Tbk.
Penolakan tersebut disampaikan oleh warga perumahan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Magani Bersatu (Format) melalui orasi dan spanduk yang telah dipasang didepan bandar udara Soroako, Selasa 21 Februari 2017.




