Upaya pengejaran terhadap warga yang diduga terlibat dalam keributan dan aksi pembakaran rumah di kecamatan Bone-Bone terus dilakukan pihak kepolisian. Bahkan, pengejaran dilakukan hingga ke Pengunungan Bamba, di daerah Transmigrasi Bantimurung, Kecamatan Bone-Bone, Selasa (14/10/14) siang tadi.
Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat petugas dari Satuan Brimob Baebunta melakukan penyisiran di daerah transmigrasi Bantimurung. Saat berada di daerah pengunungan Bamba, polisi dihadang oleh warga dengan menembakkan senjata tradisional jenis papporo. Polisi yang dilengkapi dengan senjata lengkap, pun membalas tembakan tersebut.
Warga pun berlarian ke arah gunung Bamba untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Dalam penyisiran itu, polisi menahan satu orang anak di bawah umur, Awaluddin (14) yang diduga bertugas sebagai pemberi informasi.
Danki Brimob baebunta, AKP Joko Pamungkas yang dikonfirmasi membenarkan adanya penghadangan warga dalam penyisiran tersebut. Dia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam aksi saling tembak itu, sebab para perusuh langsung berlarian ke arah gunung untuk bersembunyi.
Dalam penyisiran itu, polisi menemukan dapur umum yang didirikan oleh warga yang diduga sedang bersembunyi. “Kami menemukan banyak sekali beras, dan ada juga dapur umum. Kami tidak bisa membawa beras yang ada, karena petugas hanya menggunakan sepeda motor saat melakukan penyisiran,” tegasnya.
Selain itu, pilisi juga menemukan dan mengamankan barang bukti seperti parang, sandal, katapel, dan kemasan senjata jenis air suft gun yang masih baru.
Sementara itu, anak di bawah umur yang diamankan polisi juga ikut dibawa ke Mapolsek Bone-Bone. Kepada polisi, Awaluddin membantah jika dia bertugas memberikan informasi kepada warga jika ada petugas keamanan yang dating.
“Pergika sama pak, baru pulangka karena ada senjata bunyi, banyak orang disitu pak warga dari bamba,” ujar Awaluddin.
Saat diinterogasi, Awaluddin mengaku sebagai siswa kelas III di SMP Muhammadiyah Bone-Bone, yang letaknya tepat di depan Mapolsek Bone-Bone. Dia juga mengaku bekerja sebagai pengembala.




