Tiga sekolah di kabupaten luwu timur melaju ke tingkat nasional dalam lomba adiwiyata. Sebelumnya ketiga sekolah ini juga berhasil meraih prestasi dalam lomba yang sama ditingkat provinsi sulawesi selatan. Ketiga sekolah itu adalah SMP 1 Tomoni, SMP 3 Burau dan SMK Negeri 1 Malili.
Seperti yang terlihat kemarin, Senin (20/10) dua orang tim verifikasi lomba adiwiyata nasional mengunjungi dua sekolah yakni SMP 1 Tomoni dan SMP 3 Burau. Mereka adalah Ngajiyo dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Muhammad Ridwan dari BLH Provinsi Sulsel. Rencananya, hari ini, Selasa (21/10) tim pusat kembali melakukan pemantauan di SMK Negeri 1 Malili.
Beberapa titik yang menjadi fokus pemantauan tim utamanya sarana dan prasarana sekolah yang mendukung program lingkungan diantaranya pengelolaan bank sampah, model pengomposan, pembibitan, kerajinan daur ulang siswa, tersedianya green house, biopori atau peresapan air, apotik hidup,dan kantin sehat.
Ketua Tim Penilai, Ngajiyo mengatakan tahapan penilaian ini meliputi empat komponen utama mulai dari kebijakan sekolah dari visi, misi dan tujuan sekolah yang berwawasan lingkungan, kemudian model pembelajaran atau kurikulum, selanjutnya kegiatan partisipasi lingkungan dan terakhir, menyangkut sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan.
Lanjutnya, ada empat tahapan penilaian, mulai dari penilaian tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan mandiri. “Rencananya penerimaan penghargaanya akan dijadwalkan November mendatang,” jelasnya.
Untuk diketahui, ketiga sekolah ini merupakan binaan dari SD 238 Mallaulu yang telah lebih dulu berstatus sekolah adiwiyata nasional. Dan tahun depan, sekolah ini berencana menuju adiwiayata mandiri sebagai tahapan tertinggi, dimana salah satu syaratnya mesti membina minimal 10 sekolah.




