Luwu Timur yang memiliki kekayaan alam dan sektor pariwisata yang mempesona sudah sepatutnya mempersiapkan upaya-upaya penerapan “Sapta Pesona Wisata” pada objek wisata yang ada di Kabupaten Luwu Timur, dan begitu strategisnya potensi pariwisata dalam mensejahterakan rakyat sehingga perlu membangkitkan kembali kesadaran terhadap pentingnya pariwisata melalui kelompok kelompok sadar wisata (POKDARWIS).
Kadis Dikbudparmudora Luwu Timur, Ismail membuka dengan resmi Workshop Pengelolaan Pariwisaata berbasis Masyarakat tahun anggaran 2014. Pelatihan ini diperuntukkan bagi seluruh Pengelola POKDARWIS. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 2 hari dimulai 29 sampai 30 Oktober 2014 bertempat di areal wisata Mata Buntu Wasuponda, Rabu (29/10).
Workshop Pengelolaan Pariwisaata berbasis Masyaraakat ini menghadirkan nara sumber dari Akademi Pariwisata Makassar, Kantor Kesatuan hutan lindung Kabupaten Luwu Timur dan Bidang seni budaya dan pariwisata Kab Luwu timur, Selain dihadiri puluhan peserta anggota POKDARWIS, pada kegiatan itu hadir pula Camat Wasuponda, Awaluddin dan Tokoh masyarakat beserta para peserta Workshop.
Kadis Dikbudparmudora Luwu Timur, Ismail saat mewakili Bupati Luwu Timur mengatakan Potensi pariwisata di Kab. Luwu Timur sangat besar dan bisa menjadi pendorong peningkatan ekonomi. Tentunya jika pengelolaannya dilakukan dengan baik dan profesional.
Menurutnya, wilayah Kab. Luwu Timur yang secara geografis dikelilingi pegunungan dan Pantai, banyak memiliki potensi wisata alam dan rekreasi maupun wisata budaya. “Seperti halnya di Kec. Wasuponda ini terdapat objek wisata Air terjun Meruruno Mata Buntu,” katanya.
Ia juga mengingatkan, usaha di bidang pariwisata tidak hanya tertuju kepada peningkatan ekonomi semata. Pasalnya, di dalamnya mengandung aspek sosial dan budaya, Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di Kab. Luwu Timur selain menjadi variabel pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga harus memerhatikan kelestarian nilai-nilai budaya dan menjaga kelestarian lingkungan alam.
Koordinator PTPM PMDM Kecamatan Wasuponda, Hendra mengatakan tujuan kegiatan workshop ini dilakukan untuk menciptakan kelompok sadar wisata yang handal dalam mewujudkan sapta pesona wisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan objek wisata.
Selain itu, juga membangun pemahaman pengurus dan pengelola objek wisata dalam areal hutang lindung, hutan konservasi terkait dengan mekanisme pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKM).
“Hasil yang maksimal terhadap tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sector pariwisata tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan memiliki pengetahuan kepariwisataan serta kepedulian yang tinggi, baik oleh masyarakat atau kelompok pengelola pariwisata serta dukungan dari berbagai pihak,”ucap Hendra.




