Ratusan pekerja Tempat Hiburan Malam (THM) akan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Rabu (14/01) besok. Aksi demo tersebut digelar pasca ditutupnya THM bulan lalu.
Penanggung jawab aksi demonstrasi, Andi Isa Risani yang ditemui, Selasa (12/01) mengatakan dirinya bersama dengan pemilik THM lainnya sudah sepakat akan melakukan aksi demonstrasi.
Dari hasil kesepakatan mereka (Pemilik THM) akan menurunkan sebanyak 10 orang pekerja untuk satu THM. “Kita sepakat akan menurunkan 10 orang per THMnya,” ungkap Isa yang juga pemilik Kafe Kanatza yang terletak dijalan poros Malili-Soroako Luwu Timur.
Menurutnya, dirinya sudah berusahan mau mengikuti aturan pemerintah agar THM yang ada di Luwu Timur tidak illegal namun pihak pemerintah daerah (Pemda) Luwu Timur sendiri terkesan tidak merespon baik niat pemilik THM dalam mengurus izin.
“Saya sendiri sudah mengurus izin sejak tahun 2005 silam namun hingga hari ini izin tersebut tidak jelas adanya. Kenapa demikian, setiap kita mau melakukan pengurusan izin, kita selalunya dipimpong terus.” “Pasca ditutupnya THM ini kami sudah mengalami kerugian puluhan juta rupiah,” ungkap Isa.
Dirinya juga mendesak pemerintah agar THM di Luwu Timur segera kembali diaktifkan. “Apa pun hasilnya kami tetap akan membuka segel ini. Saya juga mempertanyakan kenapa didaerah lain seperti Kabupaten Masamba dan Kota Palopo diberikan izin sementara Luwu Timur tidak,” ungkap Isa.
Salah seorang pekerja Kafe Kanatza, Anggi, mengaku kecewa dengan sikap yang dilakukan pemerintah daerah dengan melakukan penyegelan tempat mereka bekerja. “Harapan saya semoga tempat ini kembali diaktifkan,” ungkap Isa yang mengaku warga kota Palopo ini.
Dikonfirmasi terpisah, Asisten Pemerintahan Luwu Timur, Syahidin Halun yang dikonfirmasi awak media mengaku sedang mengikuti rapat di kantor DPRD Luwu Timur. “Maaf dinda saya sedang rapat di DPRD,” ungkap Syahidin.
Sementara itu, ketua komisi bidang pemerintahan, hukum dan kesejahteraan sosial DPRD Luwu Timur, Tugiat membenarkan adanya aksi demonstrasi. “Ini adalah aspirasi masyarakat, In Shaa Allah kami akan menemuinya dan mengatur agenda pertemuan,” ungkap Tugiat. (*)




