Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui komisi bidang ekonomi dan keuangan telah memanggil dan menghearing seluruh pengelola Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se Luwu Timur, Sabtu (24/01/15).
Pemanggilan seluruh pengelola SPBU tersebut dalam rangka dengar pendapat terkait kerapnya terjadi antrian pada sejumlah SPBU di Kabupaten Luwu Timur.
Rapat dengar pendapat ini dipimpin, ketua komisi bidang ekonomi dan keuangan, Sarkawi Andi Hamid serta beberapa anggota dewan lainnya yakni I Made Sariana, Leonar Bongga, Iwan Usman, Suwandi dan Idrus.
Juga turut hadir, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Luwu Timur, Sakaria, Kepala Kesatuan Polisi (Kasatpol) Pamong Praja, Indra Fauzi dan Kabid Perdagangan, Amiruddin Rumae.
Dari lima SPBU di Luwu Timur, hanya dua pengelola SPBU yang hadiri dalam rapat itu yakni pengelola SPBU Malili, Nyoman dan pengelola SPBU Ussu, Jasman. Saat rapat berlangsung para awak media hanya dipersilahkan untuk mengambil gambar saja setelah itu diminta untuk keluar.
Usai menggelar rapat, Ketua komisi bidang ekonomi dan keuangan, Sarkawi Andi Hamid yang ditemui mengatakan pihak DPRD kembali akan memanggil ketiga pengelola SPBU yang tidak hadir pada rapat dengar perdapat ini.
“Kita akan panggil lagi, Rabu besok jika pemanggilan kedua ini kembali tidak hadir maka akan diberikan sanksi sesuai hasil kesepakat pada rapat tadi,” ungkap mantan ketua DPRD Luwu Timur periode 2010-2014 ini.
Menurutnya, kelangkaan BBM tersebut berdampak pada terjadinya antrian yang panjang di sejumlah SPBU di Luwu Timur ini. “Indikasinya adalah pihak SPBU masih melakukan penjualan ke pengecer, kendaraan yang sudah dimodifikasi tangkinya, jeriken dan bahkan kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian,” ungkap Sarkawi.
Jika pihak DPRD turun melakukan sidak di SPBU, kata Sarkawi, kondisi disekitar SPBU berjalan normal dan tidak terlihat adanya aktifitas penjualan BBM seperti yang dilaporkan.
“Kemungkinan sidak ini bocor, penjualan ke pengecer itu dinilai tidak sesuai dengan peruntukan,” ungkap Sarkawi. (*)




