Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Luwu Timur, Saldy Mansur mengusulkan untuk dilakukan penututupan tambang per sektor milik PT Vale Indonesia Tbk.
Menurutnya, penutupan ini dilakukan agar perusahaan tidak sembraut bekerja dalam mengelola satu sektor tambang yang ada di daerah yang dijuluki bumi batara guru ini.
“Ini usulan saja agar dilakukan penutupan tambang per sektor supaya cara kerjanya tidak sembraut misalnya seperti blok Sorowako satu sektor ini diselesaikan dulu baru melangkah ke sektor lainnya,” ungkap Saldy.
Lanjut Saldy, yayasan pengelolah dana pasca penutupan tambang agar segra dibuatkan untuk menjaga kesulitan masyarakat yang akan terjadi setelah pentupan tambang Vale nantinya.
“Perusahaan khusus untuk menjaga rekalamsi hutang yang sumber dana dari dana pasca tambang, dana Corporate Social Responsibility (CSR) harus merata secara proposional ke semua kecamatan dan secara transparan,” ungkap Saldy.
Usulan ini, kata, mantan Wakil Bupati Luwu Timur periode 2005-2010 ini berkaitan dengan rencana Kunjungan Kerja (Kunker) komisi 7 DPR-RI pada tanggal 5-7 Februari 2015 di wilayah tambang nikel di Soroako, Kecamatan Nuha.
“Komisi 7 DPR-RI punya agenda kunker ke Soroako. Oleh karena itu, kita juga punya usulan, usulan lainnya juga seperti direksi atau komisaris PT Vale harus ada putra daerah, satu putra daerah yang mampu dan kredibel untuk memperjuangan semua kepentingan,” ungkap Saldy. (*)




