Temuan pihak kepolisian, DPRD, dan Dinas Pertanian Luwu Timur terkait 24 ton pupuk yang diduga palsu, menghebohkan warga di Kecamatan Tomoni Timur. Pasalnya, kemasan pupuk yang bermerek Booska itu sangat mirip dengan pupuk bersubsidi pemerintah yang memiliki merek Phonska yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik.
Sesuai pengamatan redaksi Luwuraya.com, cetakan kemasan pupuk Booska dan Phonska tampak mirip. Pada bagian atas kemasan pupuk merk Phonska, terdapat tulisan Pupuk Bersubsidi Pemerintah, sementara pada pupuk Booska yang diduga palsu hanya tertulis Pupuk Pertanian dan Perkebunan.
Tampak jelas perbedaan yakni pada cetakan nama perusahaan yang memproduksi, dimana pada pupuk Phonska tertulis jelas PT Petrokimia Gresik, sementara pada pupuk Boska tertulis diproduksi oleh CV Karya Tunggal Satu.
Sementara penampakan lain seperti gambar logo tampak sama persis, yang gambar logo berbentuk kambing, dan komposisi kandungan pupuk.
Pada isi kemasan, pada pupuk Phonska tampak berwarna merah muda dan berbentuk butiran kecil yang keras, sementara pupuk Booska tampak berwarna agak kecokelatan, dan butiran mudah hancur.
Salah seorang petani di Desa Kertoraharjo, Miskal mengatakan dirinya bisa meyakini jika pupuk merk Booska yang diduga palsu itu, tampak sangat jelas tidak memiliki kandungan pupuk yang bagus.
Dia bahkan mendemonstrasikan cara membedakan pupuk dengan mengecap dengan lidah. “Kalau pupuk yang asli, kalau dikecap dengan lidah maka akan terasa seperti menyedot-nyedot, sementara pada pupuk yang ini (Bermerk Booska) tidak ada rasa seperti itu, hanya rasa seperti tanah saja,” ujarnya sambil mempraktekkan cara menguji pupuk tersebut.
Meski belum diuji secara lab, Miskal meyakini jika pupuk bermerk Booska tersebut kualitasnya jauh di bawah pupuk subsidi pemerintah merk Phonska, berdasarkan pengalamannya selama ini menggunakan pupuk.
Untuk diketahui, saat ini pihak Kepolisian Sektor Mangkutana sudah mengamankan pihak marketing pupuk Booska, Laksono untuk dimintai keterangan, sementara barang bukti berupa pupuk sebanyak 480 zak masih dititipkan di gudang pasar Desa Kertoraharjo.
Laksono menuturkan jika distribusi pupuk Booska ini merupakan yang kedua kalinya di wilayah Luwu Timur. Selain Luwu Timur, dirinya juga pernah menjual pupuk sejenis di Kota Palopo sebanyak 480 zak pada bulan Januari lalu.
“Kalau Luwu Timur, ini kali kedua saya membawa pupuk ini, sebelumnya sebanyak 96 ton, atau sebanyak empat kontainer yang didistribusikan ke Desa Cendana Hijau pada Bulan Juni 2014 lalu,” ungkap Laksono.
Meski begitu, dia membantah jika pupuk yang dijualnya itu adalah palsu, sebab telah mengantongi dokumen lengkap penjualan pupuk resmi.




