Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Izin Dibekukan, Dinkes Palopo Awasi Peredaran Obat Kalbe Farma
Metro

Izin Dibekukan, Dinkes Palopo Awasi Peredaran Obat Kalbe Farma

Redaksi
Redaksi Published 18 Februari 2015
Share
1 Min Read
SHARE

Tindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekukan izin obat injeksi Buvanest Spinal produksi perusahaan farmasi PT Kalbe Farma menyusul meninggalnya dua pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci Tangerang setelah mendapatkan suntikan anestesi obat tersebut pada Rabu (11/2/12), ternyata juga menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Palopo.

Terbukti, petugas dari dinas tersebut mulai melakukan pengawasan obat anestesi produksi Kalbe Farma, sehingga pihak produsen obat melakukan penarikan secara sukarela.

Kepala Bidang Pelayanan Farmasi Dinkes Kota Palopo, Ratnasari mengatakan meski belum menerima surat edaran dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, tapi pihaknya telah melakukan antisipasi dengan memeriksa peredaran obat tersebut di sejumlah rumah sakit dan puskesmas milik pemerintah.

“Kami sebenarnya belum terima surat edaran dari BBPOM Makassar, tapi kami sudah melakukan langkah pencegahan dan memeriksa apakah obat jenis tersebut dipakai di Rumah sakit,” kata Ratnasari, Selasa (17/2/15).

Pengawasan itu pertama dilakukan di RSUD Sawerigading Palopo. Di rumah sakit milik pemerintah itu, pihak Dinkes Palopo tidak menemukan obat jenis tersebut. “Semua obat di gudang RSUD, sudah diperiksa tapi tidak ditemukan,” kata Ratnasari.

Menurutnya, pihaknya juga akan memeriksa di rumah sakit lainnya di Kota Palopo untuk memastikan obat jenis ini tidak beredar, hingga ada kepastian atas peredaran obat tersebut.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Gelar Longmarch

Dengan Rasa Sedih, Budiman Lepas Pemberangkatan Jenazah Dokter Luther Menon Menuju Toraja

Huali Nikel Indonesia Buka Lowongan Kerja di Berbagai Posisi untuk Lokasi Soroako

Ini Maksud Tema Hari Santri Nasional 2023 Menurut Bupati Budiman

Husler Apresiasi Kepedulian Relawan Kemanusiaan Lutim Atas Bencana Banjir Lutra

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article OPINI | Ketika Tentara Menjadi Penyuluh Pertanian
Next Article FOTO | Kejuaraan Bola Basket Wakil Wali Kota Cup II

You Might Also Like

Metro

BMKG: Luwu Timur Masuk Zona Risiko Tinggi Banjir dan Longsor 7–9 Desember 2025

7 Desember 2025
Hukum

Seorang Guru SD di Bajo Diduga Hamili Orang Sakit Jiwa

17 Mei 2013
Hukum

Diduga Akan Gabung ISIS, Lima Warga Luwu Diamankan

17 Mei 2015
Luwu Timur

Pemkab Luwu Timur Susun Grand Desain Kependudukan 2022-2045

23 November 2022
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?