Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bekerjasama Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Diklat Prajabatan Golongan III Angkatan I & II bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2013 yang berlangsung 10 Maret hingga 15 April 2015 di aula Kampus II Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Kota Makassar, Selasa (10/3/15) pagi tadi.
Acara pembukaan diklat tersebut di hadiri Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma, Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang Struktural Badan Diklat Provinsi, H. Imran Jausi, Anggota DPRD Luwu Timur, Imam Muhajir, Kepala BKPPD, Noviya Syahriani Syam dan beberapa pejabat Struktural dan Fungsional serta para Widya Iswara di Lingkungan Badan Diklat.
“Saudara telah memilih menjadi PNS, makanya saudara harus memberikan dengan setulus hati seluruh kemampuan yang dimiliki untuk melayani masyarakat. Keikhlasan bekerja sebagai PNS menjadi amat penting dan akan membuat pekerjaan menjadi mudah, dan jauh lebih bermakna. Ingat, PNS sejatinya adalah pelayan masyarakat,” kata Andi Hatta saat membuka kegiatan tersebut.
Ia juga mengingatkan agar selama mengikuti diklat ini harus mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia. “diklat ini merupakan babak baru dalam merevolusi mental PNS sebagai penyelenggara dan pelaku pelayanan publik,” jelasnya.
Kepala Bidang Struktural Badan Diklat Provinsi, H. Imran Jausi mengatakan, diklat prajabatan ini diikuti 80 CPNS ini dibagi dalam dua Angkatan. Semua materi yang diberikan selama prajabatan harus diikuti semuanya.”Tujuannya untuk menciptakan PNS yang berdedikasi tinggi dan memiliki integritas,” ujar Imran.
Imran juga mengucapkan selamat kepada peserta diklat, karena saat ini mereka adalah orang-orang terpilih dari sekian banyak orang yang ingin mengabdikan diri sebagai aparatur negara dan ingin bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Buktikanlah bahwa saudara layak diangkat menjadi PNS, yaitu dengan bekerja profesional, disiplin, penuh pengabdian dan bertanggung jawab, serta yang terpenting adalah keiklasan saudara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Birokrasi harus melakukan perubahan. PNS harus mempersiapkan diri untuk berpikir yang lebih responsif, proaktif, bertanggung jawab, dan lebih bersih.
“Kita sebagai aparatur dan sekaligus sebagai pelayan masyarakat harus memiliki sikap bekerja sebagai ibadah, menghindari sikap tidak terpuji, bekerja secara profesional, selalu meningkatkan kompetensi dirinya secara terus menerus, bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku, serta tidak rentan terhadap perubahan, terbuka dan bersikap realistis,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BKPPD Luwu Timur, Noviya Syahirani Syam yang ditemui usai pembukaan diklat menjelaskan bahwa penyelenggaraan diklat ini berbeda dengan diklat parajabatan yang biasa dilakukan . Dijelaskannya, pelaksanaan Diklat Prajabatan tahun 2015 berpedoman pada Peraturan Kepala LAN No. 38 Tahun 2014 yang intinya kompetensi yang dibangun tidak berhenti pada tataran kognitif, namun juga pada tataran efektif yang nyata dalam bentuk aktualisasi kompetensi di tempat kerja.
“Pola baru ini peserta diklat mengikuti 17 hari di kelas dan 13 hari sisanya dilakukan di instansi masing-masing. Tujuannya untuk mengaktualisasikan materi atau pelajaran yang didapatkan selama dikelas. Dan setelah kembali dari tempat tugasnya, peserta diwajibkan untuk mempresentasikan hasilnya dalam bentuk seminar,” jelasnya.
Namun bagi peserta yang berminat melaksanakan magang di Makassar, Badan Diklat akan mencarikan tempat magang sesuai dengan profesinya masing-masing.




