Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2015 ini mendapat kuota pupuk bersubsidi sebanyak 39.666 ton, terdiri dari urea 15.870 ton, NPK 13.700 ton, ZA 3.250 ton, SP36 2.600 ton dan pupuk organik 4.246 ton.
Alokasi pupuk bersubsidi sub sektor tanaman pangan masing-masing untuk tanaman pangan sebesar 10.225 ton urea, 1.279 ton SP36, 2.248 ton ZA, 9.328 ton NPK dan 3.502 ton organik. Sementara untuk sub sektor hortikultura; 1.370 ton urea, 109 ton SP36, 145 ton ZA, 1.503 ton NPK, dan 174 ton organik.
Untuk sub sektor perkebunan, alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi masing-masing 3.052 ton urea, 963 ton SP36, 697 ton ZA, 2.632 ton NPK, dan 506 ton organik. Sementara alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sub sektor peternakan masing-masing 528 ton urea, 73 ton SP36, 160 ton ZA, 237 ton NPK, dan 506 organik. Di sub sektor perikanan, alokasi pupuk bersubsidi masing-masing 695 ton urea, dan 176 ton SP36.
Salah seorang staf Dinas Pertanian yang menangani masalah pupuk, Kasman mengungkapkan besarnya alokasi pupuk yang mencapai 39.666 ton di wilayah Kabupaten Luwu Utara mengindikasikan bahwa pupuk tetap menjadi perhatian dan bukti kepedulian pemerintah. Dia meminta petani untuk tidak risau dengan pupuk karena menurutnya tidak ada istilah pupuk langka seperti yang kerap diberitakan di media.
Menurut Kasman, quota pupuk tetap ada. Namun terkadang, sering mengalami kendala akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga distribusi pupuk kadang mengalami kemacetan yang menyebabkan sering terlambat sampai di wilayah yang dituju.
“Jangan khawatir pak, alokasi pupuk kita cukup besar. Tahun ini saja mencapai 39.666 ton. Besarnya quota pupuk ini adalah bukti pemerintah tetap peduli dengan kebutuhan mendasar petani kita,” ujar Kasman.
“Tidak ada itu yang namanya pupuk langka. Pupuk itu tetap ada. Kenapa pupuk kadang tidak ditemukan? Hal tersebut bukan karena pupuk tidak ada, melainkan adanya faktor X, misalnya kondisi cuaca yang ekstrim sehingga menyulitkan penyaluran pupuk ke wilayah kita. Jadi, saya kurang sependapat dengan istilah pupuk langka. Insya Allah, ke depan masalah ini akan segera diatasi,” tambah Kasman sembari mengakhiri pembicaraannya.




