Darwis (50) salah seorang warga BTN Wija Virgo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili merasa tertipu dengan kehadiran salah seorang warga yang mengaku dari petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pasalnya, kehadiran pelaku tersebut, Rabu (25/03/15) sekitar pukul 17.00 wita sore lalu secara tiba-tiba dan memasangkan box pengaman pada KWH meter dirumah korban tanpa seizin pemilik rumah (Darwis).
Meski begitu, pelaku tersebut juga tidak mengindahkan permintaan pemilik rumah untuk membuka box pengaman kilometer itu dengan alasan dari petugas PLN.
“Orang itu langsung memasang box di kilometer saya, setelah itu meminta biaya Rp100 ribu, tadinya saya menolak namun dia terus mendesak sehingga saya memberikannya, katanya dari petugas PLN,” ungkap Darwis.
Saat itu, dirinya pun pasrah dan langsung menyerahkan uang sebanyak Rp100 ribu kepada pelaku yang telah memasangkan box KWH meter itu. Karena merasa aneh, korban pun memberanikan diri mendatangi kantor PLN ranting Malili ke esokan harinya.
“Sehari kejadian itu, saya ke PLN mempertanyakan, ternyata pihak PLN tidak pernah memerintahkan petugasnya untuk mendatangi warga untuk pemasangan box di kilometer, pihak PLN juga meminta untuk tidak melayani,” ungkap Darwis.
Sementara itu, Manajer PLN cabang Palopo, Paultje yang dikonfirmasi membatah. Menurutnya, PT PLN tidak pernah memprogramkan pemasangan box KWH meter. “Itu bukan PLN, itu penipuan mengatas namakan PLN,” ungkap Paultje.
Dirinya berharap agar masyarakat berhati-hati jika ada oknum yang mengatasnamakan PLN. PT PLN selalu menyertakan identitas kepada seluruh pihaknya (petugas PLN) ketika ingin berhadapan dengan warga, seperti surat tugas dan kartu tanda pengenal dari PLN.
“PLN terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak mudah mempercayai oknum yang datang mengatasnamakan PLN, kalau mereka datang (oknum) minta surat tugasnya,” ungkap Paultje.




