Salah satu figur yang disebut-sebut bakal bertarung di Pilkada Luwu Timur, Khaerul Saad melakukan klarifikasi terkait tudingan telah memberikan suap atau mahar politik ke Partai Hanura.
Melalui akun facebooknya, Khaerul memberikan klarifikasinya terkait salah satu status yang menyatakan jika dirinya telah menyuap atau memberikan mahar politik kepada pengurus DPC hanura Luwu Timur untuk bisa diusung pada Pilkada Lutim 2015.
Dia pun menceritakan kronologis masalah tersebut yakni bermula pada Bulan Desember 2013 silam, atau jelang Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2014 lalu, dirinya berkunjung ke Kantor DPC Hanura Luwu Timur di Malili.
“Kedatangan saya dimaksudkan untuk meminta kesediaan Partai Hanura memberi kesempatan agar saya dan tim dapat berkonstribusi di dalam pelaksanaan Pileg 2014, dengan harapan ke depannya dapat dipertimbangkan untuk mengusung nama Khaerul Saad pada Pilkada 2015,” ujarnya menceritakan.
Saat pertemuan itu, dia menyebut turut hadir sejumlah kader Partai Hanura seperti Sekretaris DPC Hanura Luwu Timur, Abdul Najib, Sutesman selaku pengurus, dan sejumlah kader lainnya.
“Saat itu, proposal saya diterima dengan senang hati oleh pengurus Hanura Lutim, sekitar akhir maret 2014, oleh Tim Khaerul Saad pun menyerahkan dana dengan nominal tertentu dan diterima, dan saya sudah menerima pertanggung jawaban dana yang sudah diserahkan berupa bukti-bukti belanja atribut atau alat peraga kampanye Hanura, terlepas dari itu, saya bersama tim juga turut melakukan sosialisasi terhadap Partai Hanura hingga pelaksanaan pemungutan suara,” ujarnya.
Dia menegaskan, bantuan berupa dana yang diserahkan kepada Pengurus DPC Partai Hanura itu adalah untuk mempertimbangkan agar namanya dapat diusung oleh partai besutan Wiranto itu.
Meski begitu, dia menganggap tidak ada masalah dengan Partai Hanura Luwu Timur, terkait tidak adanya nama Khaerul Saad dalam rekomendasi Tim 7 yang dibentuk oleh DPC Hanura Lutim.
“Saya tahu betul bahwa hal seperti itu (tidak diusulkan oleh partai) bisa saja terjadi, bagian dari dinamika politik tentunya. Namun saya pun optimis mekanisme rekruitmen bakal calon oleh partai, masih mempunyai opsi lain yang memberikan peluang untuk diakomodir sebagai bakal calon, mungkin saja melalui komunikasi politik intens, melalui pengurus ditingkat DPD ataupun DPP,” ujar Khaerul.
Untuk diketahui, sesuai hasil Pleno tim 7 Partai Hanura Luwu Timur, hanya tiga nama yang diusulkan ke Pengurus DPD Hanura Sulawesi Selatan, yakni Muhammad Thorig Husler, Nur Husain, dan Budiman Hakim. Sementara nama Khaerul Saad yang sebelumnya disebut-sebut optimis akan mengendarai Partai Hanura justru tidak diusulkan oleh tim 7.
Juru Bicara Partai Hanura Luwu Timur, Rully Heryawan yang dikonfirmasi mengatakan jika kerja tim 7 DPC Partai Hanura Luwu Timur sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh partai.
Terkait isu suap atau mahar yang hangat dibicarakan itu, dia mengaku tidak tahu menahu dan tidak terkait dengan kinerja tim 7 Partai Hanurai Luwu Timur.
“Kalau memang ini ada terjadi, bukan dikategorikan mahar tapi bersifat bantuan karena dilakukan pada masa Pileg 2014 lalu. Saya sangat menghargai balon tersebut (Khaerul Saad) yang berani melakukan klarifikasi dan bantahan atas berhembusnya isu soal mahar ini,” tegasnya.
Dia pun memastikan, jika sesuai dengan prosedur penetapan calon Bupati usungan dari Partai Hanura, dipastikan tidak akan ada nama tambahan diluar dari tiga nama yang sudah ditetapkan oleh tim 7.
“Prosedurnya itu, Tim 7 ditingkat kabupaten mengusulkan tiga nama ke DPD hanura Sulsel, nantinya dari ketiga nama ini akan ditunggu untuk menyerahkan nama balon wakil bupati dan partai koalisi minimal empat kursi untuk dilakukan survey, setelah itu baru direkomendasikan ke DPP untuk di keluarkan SK dukungannya,” kata Rully.




