Seorang pemuda yang berprofesi sebagai wartawan dari Tabloid Semangat Karya Biro Luwu Utara, Yusran, dilaporkan tewas akibat disabet pedang samurai oleh Musliadi, warga Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Senin (25/5/15), pagi tadi.
Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula akibat dendam Musliadi yang tidak terima adiknya, yang tidak lain adalah rekan kerja korban sesama wartawan, yang mengaku nyaris diperkosa oleh Yusran sehari sebelumnya. Tidak terima dengan laporan adiknya itu, Musliadi akhirnya tega menghabisi nyawa korban.
Akibatnya, korban tewas ditempat dengan usus terburai akibat sabetan samurai pada bagian perut. Usai melakukan aksi nekatnya itu, Musliadi pun langsung menyerahkan diri ke Mapolres Luwu Utara berikut juga membawa serta barang bukti berupa satu bilah samurai yang digunakan untuk menghabisi korban.
Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Luwu Utara, AKP Muchlis yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, pelaku merupakan kakak dari rekan korban di Tabloid Semangat Karya.
“Sehari sebelum kejadian, korban bersama adik pelaku memang keluar bersama-sama, namun karena pulang sudah larut sehingga keduanya menginap di rumah korban. Saat itulah, percobaan pemerkosaan itu terjadi,” ujar Muchlis.
Percobaan pemerkosaan itulah yang dilaporkan kepada pelaku sehingga membuatnya naik pitam. “Nah, kejadian penganiayaan itu terjadi saat korban mendatangi rumah pelaku dengan maksud menjemput adik pelaku. Di halaman rumah pelakulah, korban disabet dengan samurai hingga tewas,” kata Muchlis.
Saat ini Musliadi masih diamankan di Mapolres Luwu Utara untuk dimintai keterangan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dihadapan polisi, Musliadi mengaku tidak menyesali perbuatannya karena didasari menjaga martabat keluarganya. “Saya tidak menyesal karena dia mencoba memperkosa adik saya,” ujar Musliadi.




