Sejumlah petani yang tergabung dalam Asosiasi Kelapa sawit Seluruh Indonesia (Apkasindo) Luwu Utara, melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD daerah itu untuk menuntut realisasi pembangunan pabrik sawit di Luwu Utara, Selasa (26/5/15).
Kedatangan para petani sawit itu karena menilai pemerintah telah membohongi masyarakat terkait rencana realisasi pembangunan pabrik sawit yang sudah dicanangkan sejak tahun 2013 lalu, namun hingga kini belum terwujud.
Akbar, salah seorang demonstran mengatakan sejak pencanangan baru pertama pembangunan pabrik sawit oleh Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi sejak 2013 silam, hingga kini belum ada realisasi pembangunan pabrik sawit yang dijanjikan itu.
Padahal hasil panen sawit yang dihasilkan petani di Luwu Utara sudah over target dan kerap tidak diterima oleh pabrik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV PKS Unit Burau, Luwu Timur. “Hasil panen kami kerap membusuk karena tidak bisa diolah, hasil panen kami sudah tidak bisa diterima lagi di pabrik milik PTPN karena telah melebihi kapasitas perusahaan, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka petani bisa mengalami kerugian besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Luwu Utara, Karemuddin mengaku akan segera melakukan pemanggilan terhadap dua investor yang telah menjanjikan pembangunan pabrik sawit untuk dimintai keterangan.
“Kami akan melakukan panggilan terhadap kedua perusahaan yang sudah menjanjikan pembangunan pabrik sawit itu, apakah mereka benar bersungguh-sungguh untuk pembangunan itu atau tidak,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan ileh Sekretaris Dinas Koperasi, perindustrian dan Perdagangan (koperindag) Luwu Utara, Yansen Tempo yang mengaku akan membangun komunikasi dengan pihak investor guna meminta keseriusan mereka membangun pabrik. Selain itu, pemerintah juga akan berupaya menjajaki kerjasama dengan investor lain yang juga berminat untuk membuka bisnis tersebut di Luwu Utara.
Untuk diketahui, hingga saat ini sudah ada dua perusahaan yang telah mengantongi ijin dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk membangun pabrik pengolahan sawit di daerah itu. Kedua perusahaan itu yakni PT Jas Mulia dan PT Parma Dharma Global Sawit (PDGS).
PT Jas Mulia sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik sejak Oktober 2013 silam di Desa Minanga Tallu, Kecamatan Sukamaju. Sementara PT PDGS melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pada Maret 2015 lalu di Desa Lampuawa, Kecamatan Sukamaju.
Namun, sejak prosesi peletakan batu pertama tersebut, hingga kini belum ada progress pembanguna pabrik terlihat berjalan.




