Salah satu tahapan penting dalam rangka persiapan pemutakhiran basis data terpadu (BDT) 2015 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait diantaranya kepala SKPD, anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dan para camat se Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di aula Sasana Praja Kantor Bupati, Selasa (26/05/15).
Kepala BPS Luwu Timur, Guruhwahyu mengatakan rakor ini ditujukan untuk menyatukan persepsi dan cara pandang terhadap proses kegiatan pemutakhiran BDT 2015. Menurutnya, Pemutakhiran BDT ini akan diawali kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) ditingkat Desa dan Kelurahan yang dijadwalkan 25 Mei hingga 24 Juni 2015.
Selanjutnya, kata Guruh, hasil dari FKP desa dan kelurahan ini akan dijadikan panduan dan sasaran dalam pendataan rumah tangga sasaran (RTS) bagi petugas pendataan pada tahapan berikutnya yakni 16 Juni hingga 15 Juli 2015.
Lanjut Guruh, pemutakhiran BDT ini sangat diharapkan dukungan dan peran serta aktif dari seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Timur untuk ikut aktif membantu proses pelaksanaan pemutahkhiran dan pendataan RTS yang dilakukan petugas lapangan sehingga nantinya dapat dihasilkan data RTS yang terkini dan berkualitas.
“Data RTS ini nantinya akan dimanfaatkan untuk program-program penanggulangan kemiskinan didaerah seperti program raskin, program simpanan keluarga sejahtera (PSKS), program Indonesia sehat (PIS), program Indonesia pintar (PIR) dan program lainnya,” jelasnya.
Sekretaris Daerah, Bahri Suli saat membuka kegiatan ini mengatakan untuk mendapatkan data yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh petugas BPS saja akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari semua pihak, Pemerintah, masyarakat dan semua elemen harus bersinergi dalam kegiatan ini.
“BPS dan Dinas terkait haruslah membangun komunikasi, koordinasi dan kesepahaman agar pelaksanaan kegiatan pendataan berjalan lancar, jika diperlukan, adakan sosialisasi pada tingkat kecamatan dan desa kepada masyarakat sehingga semua mendukung kegiatan pendataan yang dilakukan oleh BPS,” katanya.
Ia menambahkan, data ini sangat penting artinya bagi pemerintah daerah makanya ingatkan masyarakat untuk memberikan data dan informasi yang sebenarnya kepada petugas pendata dan kepada Kepala desa dan jajarannya bantu segala hal yang dibutuhkan petugas pendata, agar proses pendataan ini nantinya berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Kita semua mesti mensukseskan pendataan ini nantinya sebab kita semua menjadi penentu nilai keakuratan data yang di kumpulkan,” tutupnya.




