Ratusan jemaat pentakosta mengikuti kegiatan perayaan syukur yang berlangsung di halaman gereja Pouk Sorowako. Uniknya pada perayaan tahun ini seluruh jemaat menggunakan pakaian adat, seperti, adat Jawa, Bugis Makassar, Toraja, Bali, hingga Batak.
Tidak hanya berkostum adat, mereka juga menampilkan kreasi adat seperti tari-tarian, parodi vokal grup yang semuanya bermakna spiritual. Perayaan syukur ini terbilang istimewa karena juga di hadiri Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma didampingi Ketua DPRD Amran Syam, hadir pula manajemen PT Vale Indonesia dan Camat Nuha, Meirani Tenriawaru.
Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma dalam sambutannya mengatakan perayaan kali ini menjadi momentum yang strategis bagi seluruh umat Kristiani, untuk membawa damai sejahtera bagi sesama. Perayaan Pentakosta kali ini harus menjadi momentum positif bagi seluruh gereja untuk menjadi pewarta damai sejahtera Allah.
“Pesta Syukur Jemaat dan Perayaan Pentakosta mengingatkan keluarga Kristen bahwa sudah saatnya kita membangun paham keagamaan dengan penuh toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati. Karena, hanya dengan cara itu, kita dapat menerima pemahaman keagamaan dalam persepsi yang tepat,” jelasnya.
Ditengah kebahagiaan Perayaan Pentakosta, Hatta menekankan lima hal pertama, Jadikanlah Perayaan Pentakosta kali ini sebagai sarana pembawa damai sejahtera, seluruh Jemaat harus bersatu hati mewujudnyatakan bagi sesama.
lanjutnya, jemaat harus memiliki kesadaran akan nilai-nilai keberagaman dan kebhinnekaan. ketiga, Sangatlah penting bagi semua pihak untuk saling memahami, saling menghargai dan hormat menghormati antara satu dengan yang lain, karena perbedaan merupakan fitrah yang diciptakan Tuhan dimuka bumi ini, yang patut disyukuri agar saling mengenal antara satu dengan yang lain.
Selanjutnya, tetap menjaga silaturahim antara satu dengan lainnya, inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan beragama dalam bingkai toleransi. Terakhir, Umat Kristiani di Luwu Timur harus selalu berusaha menjadi pribadi yang terpuji di mata Tuhan sehingga dapat menyebarkan Berita Damai Sejahtera dimanapun dan dalam situasi apapun, guna memperkokoh kerukunan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
Hatta juga menyinggung persiapan jelang pemilihan Kepala Daerah, Bupati dan Wakil Bupati pada desember mendatang agar tetap menjaga situasi daerah tetap kondusif dan damai. menurutnya momentum seperti ini sangat rawan dan biasanya suhu politik memanas. makanya diharapkan semua pihak agar tetap menjaga etika dan santun dalam berpolitik.
Lanjut Hatta, Kabupaten Luwu Timur harus tetap menjadi barometer Pilkada yang aman dan damai, dimana perbedaan pilihan biarlah menjadi sebuah dinamika politik, tetapi persaudaraan dan rasa memiliki Luwu Timur yang kita cintai ini harus diatas segala perbedaan tersebut. “Dengan suasana Pilkada yang aman, tentu akan menciptakan Pemimpin yang berkualitas dan mengayomi seluruh masyarakat,” tutupnya.




