Jumlah penderita HIV/Aids di Kota Palopo tahun ini bertambah sebanyak enam orang. Jumlah ini menambah daftar penderita virus mematikan ini yang jumlahnya mencapai ratusan orang.
Pengelola Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Palopo, Yohana Darma Yosita mengatakan dari enam orang tersebut, lima penderita diketahui sudah pada kondisi kronis atauStadium IV. Mereka umumnya tertular HIV disebabkan krena sering melakukan hubungan seks tidak aman dan berganti-ganti pasangan.
“Jumlah penderita HIV Aids di Kota Palopo cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sasarannya semua kalangan, mulai dari karyawan swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS), mahasiswa, dan bahkan pelajar,” ujar Yohana.
Data dari KPA Palopo, menyebutkan, penularan HIV/Aids saat ini di Kota Palopo sudah mulai menyasar anak-anak usia sekolah. “Tahun lalu, kami menemukan seorang siswa tingkat SMA yang positif tertular HIV/Aids, dan sudah pada kondisi kronis,” ujarnya.
Yohana menyebutkan, perlunya sosialisasi yang gencar oleh pemerintah dengan melibatkan semua pihak seperti sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, dan seluruh unsure masyarakat lainnya.
“Salah satu penyebab tingginya penularan HIV/Aids adalah pergaulan bebas, di Kota Palopo sendiri, umumnya penderita penyakit mematikan ini usianya masih tergolog cukup muda, antara 17 sampai 25 tahun. Anak-anak muda di palopo pergaulannya sudah kebablasan, mulai dari mengkonsumsi obat-obat terlarang, menghirup lem bahkan melakukan seks bebas,” ungkapnya.
Tahun 2009 sampai tahun 2014, jumlah pengidap Hiv aids yang terdaftar di Voluntary Counseling Test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Palopo, mencapai 128 orang, mereka berasal dari berbagai daerah di Luwu Raya dan Tana Toraja, yakni Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Tana Toraja. Jumlah ini kata Yohana, belum termasuk tahun 2015 ini. Dari angka tersebut, Kota Palopo berada pada tingkat pertama dengan 60 orang penderita, meyusul kabupaten Luwu 50 orang, Luwu Utara 12 orang dan Tana Toraja 18 orang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Ishak Iskandar mengatakan pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang bahaya Aids yang sasarannya adalah siswa siswa sekolah, kampus-kampus, dan karyawan Tempat Hiburan Malam.




