Parade defile anak-anak sekolah dari seluruh tingkatan tampak begitu menyita perhatian orang nomor satu di Luwu Utara, Arifin Junaidi.
Bupati yang akrab disapa Arjuna itu tiada henti-hentinya memberikan lambaian tangan dan applaus kepada setiap defile yang mampir memberikan yel-yel khas mereka di depan panggung yang menyerupai sebuah perahu itu.
Pemandangan tersebut terjadi tatkala Bupati Arjuna hadir dalam acara Pembukaan Jambore I Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) di Desa Sumberdadi Kecamatan Tana Lili, Selasa (23/6/15).
“Semangat saya jadi berlipat ganda ketika melihat anak-anak generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa ini dalam parade defile yang begitu atraktif. Saya yakin, kader-kader yang telah dibina oleh gereja di Lutra ini akan melahirkan calon-calon pemimpin yang paripurna, berakhlak, bermoral, pandai, cerdas, dan dekat dengan Tuhan.”
“Inilah yang membuat saya begitu bersemangat pada hari ini, meski saya dan muslim lainnya tengah berpuasa,” ujar Arjuna di awal sambutannya di hadapan ratusan peserta, undangan dan penonton yang hadir memadati lapangan utama Desa Sumberdadi.
Arjuna berharap, Jambore pertama yang dikakukan adalah bukan jambore yang pertama dan terakhir. Dia mengharapkan, kegiatan jambore bisa berlangsung secara sustuinable atau berkelanjutan dan dijadikan sebagai kegiatan rutin berkala dalam rangka mempersiapkan generasi pelanjut perjuangan bangsa yang mempunyai akhlak yang baik sehingga tidak lahir generasi-generasi brutal yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat.
“Saya berharap jambore ini bukan jambore yang pertama saja, tetapi menjadi spirit lahirnya jambore kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Ini penting, karena melalui jambore ini akan lahir generasi calon pemimpin yang berakhlak, tidak menjadi generasi yang brutal yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” ujar Arjuna.
Sebelumnya Ketua Umum Panitia Jambore I SMGT, Marthina Simon, dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya jambore tersebut adalah untuk membina generasi muda gereja agar turut aktif membangun Luwu Utara.
“Tujuan dilaksanakannya jambore ini salah satunya adalah untuk membina generasi muda gereja agar supaya dapat mengambil peran dalam pembangunan di Kabupaten Luwu Utara serta turut aktif dalam kegiatan-kegiatan di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Marthina.
Sementara itu, salah seorang Tokoh Pemuda dari Klasis Rongkong Sabbang, Sayangi Lagasing, ketika ditemui usai acara mengatakan, melalui jambore tersebut diharapkan lahir generasi muda gereja yang mandiri, dan penuh tanggung jawab dalam pembangunan bangsa dan negara, serta memantapkan warga gereja untuk hidup bertoleransi antarumat beragama yang kaya akan kemajemukan bangsa.
“Tentu saya sangat bangga dengan adanya kegiatan seperti ini. Lewat wadah jambore ini, saya berharap lahirnya generasi muda gereja yang mandiri, dan penuh tanggung jawab dalam pembangunan ini. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memantapkan warga gereja untuk hidup bertoleransi antarumat beragama.” pungkas Lagasing.
Jambore I SMGT Rayon Luwu Utara ini dilaksanakan selama empat hari, mulai 22 – 25 Juni 2015. Meski kegiatannya telah dilangsungkan pada 22 Juni, tetapi kegiatan jamborenya sendiri baru dibuka secara resmi pada 23 Juni.
Hal ini mirip dengan pelaksanaan event-event pesta olahraga, di mana pembukaan dilaksanakan di saat sebagian cabang olahraga sudah dilombakan bebehari sebelumnya. Ada pun peserta terdiri dari anak-anak sekolah semua tingkatan yang berumur 9 sampai 17 tahun.




