Seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, Elia Lapu (33), tega membunuh kakak ipanya Magdalena (55), dan ayah kandungnya Ruben Lapu (60). Ironisnya, kejadian itu terjadi usai Ruben, yang juga merupakan pendeta, memimpin doa di salah satu gereja di desa Lembang, Kecamatan Pitu., Minggu (21/6/15)
Informasi yang dihimpun, Elia megamuk saat ikut beribadah di gereja. Saat doa, pelaku langsung menyeret Magdalena keluar gereja. Korban saat itu sempat berteriak namun tidak dapat tertolong. Ruben yang melihat ulah anaknya itu berupaya untuk menenangkan Elia.
Sayangnya, Elia justru terus mengamuk dan menyerang ayahnya secara membabi buta, saat itu korban langsung tumbang, setelah lehernya ditebas parang. Usai kejadian, Elia langsung melarikan diri dengan
Elia tertangkap setelah warga melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saat ditangkap, warga mengeroyok Elia hingga nyaris tewas. Beruntung, petugas yang tiba di lokasi segera menenangkan warga dan melarikan Elia ke rumah sakit untuk dirawat.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tana Toraja, AKP Matius Tappi mengatakan dugaan sementara pelaku mengalami gangguan kejiwaan hingga nekat melakukan tindakan nahas itu.
“Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, kami akan melibatkan psikiater,” ujar Matius.
Menurutnya, polisi telah mengorek keterangan dari ibu kandung korban, Elisabet. Kepada Polisi Perempuan paruh bayah ini menjelaskan jika anaknya tidak memiliki histori penyakit gangguan jiwa, hanya saja pelaku diakui pernah terserang penyakit Malaria Tropika saat merantau ke Papua, beberapa tahun lalu.
“Keterangan ibu kandungnya, pelaku ini tidak ada riwayat sakit jiwa, tapi pernah sakit malaria tropika, untuk memastikan apakah ada pengaruh penyakit malaria itu dengan perilakunya, kita butuh keterangan ahli psikiater,” ujar Matius.




