Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Diduga Sakit Jiwa, Pria Ini Bunuh Bapak dan Kakak Iparnya
Hukum

Diduga Sakit Jiwa, Pria Ini Bunuh Bapak dan Kakak Iparnya

Redaksi
Redaksi Published 23 Juni 2015
Share
2 Min Read
SHARE

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, Elia Lapu (33), tega membunuh kakak ipanya Magdalena (55), dan ayah kandungnya Ruben Lapu (60).  Ironisnya, kejadian itu terjadi usai Ruben, yang juga merupakan pendeta, memimpin doa di salah satu gereja di desa Lembang, Kecamatan Pitu., Minggu (21/6/15)

Informasi yang dihimpun, Elia megamuk saat ikut beribadah di gereja. Saat doa, pelaku langsung menyeret Magdalena keluar gereja. Korban saat itu sempat berteriak namun tidak dapat tertolong.  Ruben yang melihat ulah anaknya itu berupaya untuk menenangkan Elia.

Sayangnya, Elia justru terus mengamuk dan menyerang ayahnya secara membabi buta, saat itu korban langsung tumbang, setelah lehernya ditebas parang.  Usai kejadian, Elia langsung melarikan diri dengan

Elia tertangkap setelah warga melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saat ditangkap, warga mengeroyok Elia hingga nyaris tewas. Beruntung, petugas yang tiba di lokasi segera menenangkan warga dan melarikan Elia ke rumah sakit untuk dirawat.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tana Toraja, AKP Matius Tappi mengatakan dugaan sementara pelaku mengalami gangguan kejiwaan hingga nekat melakukan tindakan nahas itu.

“Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, kami akan melibatkan psikiater,” ujar Matius.

Menurutnya, polisi telah mengorek keterangan dari ibu kandung korban, Elisabet. Kepada Polisi Perempuan paruh bayah ini menjelaskan jika anaknya tidak memiliki histori penyakit gangguan jiwa, hanya saja pelaku diakui pernah terserang penyakit Malaria Tropika saat merantau ke Papua, beberapa tahun lalu.

“Keterangan ibu kandungnya, pelaku ini tidak ada riwayat sakit jiwa, tapi pernah sakit malaria tropika, untuk memastikan apakah ada pengaruh penyakit malaria itu dengan perilakunya, kita butuh keterangan ahli psikiater,” ujar Matius.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

DPRD Lutim dan UM Palopo Rancang Kebijakan Green Economy Kawasan Tambang

Penertiban Alat Peraga Parpol di Palopo Diprotes Warga

Bupati Luwu Timur Tekankan OPD Lakukan Pecepatan Pengelolaan DAK

Pimpin Rapat Evaluasi KLA, Sufriaty Budiman Apresiasi Peran “Save The Children“

Sekda Lutim Lantik dan Ambil Sumpah Dua Pejabat Eselon II

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Bupati Lutra Buka Jambore SMGT Rayon Luwu Utara di Tana Lili
Next Article Gerindra Sulsel Persiapkan Sarkawi Di Lutim, Indah Di Lutra

You Might Also Like

Luwu Timur

Cegah Covid19, Plt. Camat Wotu Bagikan Masker Ke Pengunjung Pasar

2 Agustus 2021
Luwu Timur

Budiman Mediasi Warga Adat KWAS Terkait Lahan Old Camp

13 Januari 2022
Metro

Optimis Luteng Terbentuk Sebelum Pergantian Anggota DPR RI

18 Juli 2014
Luwu Timur

Dinas Dikbud Lutim Jalankan 8 Program Prioritas di Bidang Pendidikan

1 September 2022
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?