Kabupaten Luwu Timur akan menggelar Festival Danau Matano (FDM). Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo pada Press Conference Festival Danau Matano yang berlangsung, Jumat 23 Oktober 2015, di Hotel Horisson Makassar.
Press Conference yang dihadiri media lokal maupun nasional, baik cetak maupun elektronik, juga turut dihadiri oleh, Asisten Pemerintahan Setdakab. Luwu Timur, Syahidin Halun, selaku Ketua Panitia Festival Danau Matano, Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Dikbudparmudora Kabupaten Luwu Timur, Sumiaty Ilyas, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab. Luwu Timur, Ishak Charles Tangdialla.
Irman mengatakan Festival Danau Matano salah satu icon yang dibuat dan diharapkan punya pengaruh yang besar terhadap pengembangan potensi wisata di Luwu Timur. Festival Danau Matano diadakan, karena Danau Matano memiliki potensi sebagai destinasi wisata, dan melalui Danau Matano sebagai entry point untuk memperkenalkan Luwu Timur sebagai keseluruhan, jadi karena dengan adanya FDM ini, Luwu Timur bisa lebih dikenal lebih luas dari sebelumnya.
Danau Matano memiliki kedalaman 590 meter merupakan danau terdalam ke-3 di Asia dan ke-8 di dunia. Danau Matano sebagai salah satu danau tektonik dan merupakan danau purba dimana spesies ikan yang hidup didalamnya merupakan jenis ikan purba (endemic) yang hanya terdapat di danau itu saja, misalnya ikan butini dan ikan opudi, dan sudah banyak penelitian mengenai keunikan Danau Matano baik dari dalam maupun luar negeri.
Hal itu layak menjadikan Danau matano sebagai salah satu World Heritage – Warisan Dunia yang memiliki keindahan dan pesona sebagai daya tarik buat wisatawan. Ditambah lagi letak Danau Matano yang berada di kota Sorowako yang merupakan kawasan tambang nikkel terbesar di dunia.
Pagelaran Festival Danau Matano, akan dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 November 2015. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan beberapa acara yang akan digelar seperti Bazaar Kuliner Tradisional, baik itu berupa kuliner turunan maupun kuliner masyarakat asli, serta diadakannya Pemilihan Putra Putri Matano, Parade Busana Daerah, Perlombanaan Ketinting Hias, Lomba menangkap Ikan Predator, PerformanceTari Daerah, Wisata Tambang dan disediakan pula area untuk berjualan batu, yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini. Untuk tempat penyelenggaraan kegiatan, akan dipusatkan di Pantai Ide Danau Matano dan Camp Site.
“Pada Pembukaan Festival Danau Matano, akan dibawakan sambutan-sambutan oleh Pemerintah dan pemuka adat setempat. Dan untuk closing ceremony akan diadakan laser show, parade lampion dan performance tarian madero yang akan dilakukan semalam suntuk. Sebagai Puncak acara pagelaran FDM, akan mendatangkan artis-artis mancanegara maupun nasional, seperti Arkarna, Daniel Sahuleka, Naff dan Janet Janeta,” ulas Irman.
Untuk memaksimalkan Pelaksanaan FDM, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan anggaran Rp 4,7 Miliar. Berbagai persiapan dilakukan agar dalam pelaksanaan FDM mudah dijangkau serta ramai dikunjungi oleh masyarakat.
Seperti penyediaan sarana transportasi dan penginapan bagi pegunjung, serta berbagai prasarana penunjang seperti giant map, toilet, penunjuk arah, dan tempat sampah. Semua itu dilakukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung atapun wisatawan yang hadir pada Festival Danau Matano.
“Berbagai sarana publikasi digunakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada kegiatan FDM, baik melalui pemasangan informasi di titik-titik tertentu yang mudah dilihat masyarakat melalui penggunaan media Baliho, Billboard, Poster, maupun Iklan di Radio dan Televisi. Maupun dengan melakukan pemberitaan melalui media lokal maupun nasional mengenai Danau Matano,” jelas Irman.
Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai Koordinasi, mulai dari Rukun Tetangga, Kecamatan, hingga Dinas Pariwisata dan Pemerintah Pusat, lanjutnya.
Dalam pagelaran FDM nanti, Pemerintah berkomitmen melaksanakan event yang ramah lingkungan. Pemerintah menegaskan bahwa dalam pelaksanaan FDM pengunjung harus selalu menjaga kebersihan area kegiatan, oleh karena itu nantinya setiap pengunjung akan dibekali kantong sampah. Dan tidak akan ada penjualan tiket masuk dalam pagelaran FDM, pengunjung cukup memiliki kantong sampah sebagai komitmen kita bersama menjaga kebersihan area pagelaran.
Event FDM ini diharapkan bukan hanya memperkenalkan Danau Matano di Indonesia akan tetapi sampai mancanegara. FDM akan menjadi perhelatan yang megah, agar mata Indonesia hingga mancanegara dapat tertuju pada Luwu Timur, serta menjadikan Festival Danau matano sebagai salah satu event dalam Kalender Wisata Nasional. “Di tahun ini, event terbesar di Sulawesi Selatan, adalah Festival Danau Matano,”pungkas Irman.




