Selain Danau Matano yang memiliki keindahan alam yang memikat, Sungai Malili juga sangat berpotensi dikembangkan menjadi salah satu alternatif wisata di Kabupaten Luwu Timur.
Pernyataan ini disampaikan Penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo pada acara puncak pencanangan Studi Karya Bakti Karang Taruna (SKBKT) ke-23 tingkat Propinsi Sulsel tahun 2015 di Lapangan Andi Nyiwi Malili, Kabupaten Luwu Timur, Senin, (02/11/15).
Irman mengatakan pesona sungai malili yang membelah kota dimana perahu dan ketinting hilir mudik sangat berpotensi menarik wisatawan asalkan ditata lebih modern.
Apalagi di bagian hilir sungai malili ini terdapat pelabuhan yang merupakan penyumbang terbesar dalam APBD Luwu Timur termasuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Hanya saja kata Irman salah satu syarat pegembangan potensi wisata, pemuda sebagai generasi pelanjut harus mampu menjadi bagian dari pembangunan daerah dengan menciptakan situasi sosial yang kondusif dan mendorong pengembangan inovasi dan kreatifitas.
Irman juga mengajak generasi muda untuk mewujudkan pertumbuhan dan pengembangan kesadaran serta tanggung jawab sosial kepada setiap generasi muda.
Khususnya yang tergabung sebagai warga karang taruna dalam upaya bersama mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai permasalahan sosial yang berkembang ditengah masyarakat
Menanggapi hal ini, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo langsung merespon dengan memberikan bantuan senilai Rp 500 Juta Rupiah untuk mendorong pengembangan destinasi wisata Sungai Malili. Menurutnya, ide Irman ini harus segera direalisasikan. Dan pemuda Luwu Timur harus ikut ambil peran dalam mendukung pengembangan wisata ini.
Selain Gubernur, kegiatan SKBKT ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI, Markus nari, Majelis Pembina Karang Taruna Sulsel Adjip Padingdang, Ketua Karang Taruna Propinsi Sulsel, AM Yaqin Pajalangi, Muspida Kab Luwu Timur, SKPD dan para pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Luwu Timur, Herdinang mengatakan, ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi-Selatan berpartisipasi dalam kegiatan ini. “hanya tiga Karang Taruna yang tidak hadir yakni Selayar, Bone dan Wajo,” jelasnya.
Ia menambhkan SKBKT merupakan ajang silaturahim dan konsolidasi karang taruna se Sulawesi-Selatan yang akan dirangkaikan dengan rapat kerja daerah (Rakerda) dan akan mengevaluasi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis karang taruna untuk pembangunan di daerah,” imbuh Herdinang
Lanjut, Herdinang mengatakan sejumlah kegiatan menyambut SKBKT dimulai dari pendidikan dan pelatihan SAR Sosial selama 3 hari di Malili, kegiatan olahraga seperti bola voli, lomba perahu, lari karung, tarik tambang dan lomba domino.
Sementara untuk kegiatan seni juga dimeriahkan dengan lomba vocal grup, nyanyi solo, fashion show dan pemilihan putra-putri karang taruna. Dan juga akan menggelar bakti sosial berupa penanaman pohon sekaligus pembersihan daerah aliran sungai (DAS) Malili, pengecatan jembatan Malili serta kegiatan donor darah,” tutup Herdinang.




