Warga kelurahan Pontap, kecamatan Wara Timur, Kota Palopo melakukan aksi tanam pohon pisang dijalan umum Yos Sudarso, Minggu (24/4/16) sore tadi.
Aksi ini dipicu akibat Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo dinilai tidak memiliki perhatian serius terhadap jalan tersebut.
Selain menanam pohon, warga juga memasang pamflet bertuliskan “jalan kami berlubang, berdebu, kami tersiksa, sesak mana wakil rakyatku”.
Pantauan media ini, sepanjang jalan Yos Sudarso, tampak sejumlah pohon pisang telah ditanami oleh warga yang tergabung dalam aliansi Yosdar bersatu.
Pohon pisang tersebut ditanami dijalan yang berlubang dan digenangi air. Warga juga memasang batu yang berukuran besar sepanjang jalan. Akibatnya, kendaraan yang berniat melintas dijalan itu terpaksa berbalik arah.
Hajir, salah seorang warga pontap mengaku kesal dengan sikap dingin pemerintah terhadap jalan itu. Akibatnya, warga setiap harinya harus berhadapan dengan debu dan genangan air.
“Kalau jalan kering debu berterbangan dimana – mana, sebaliknya kalau hujan, genangan air dimana – dimana bahkan dijalan sudah ada yang menjadi korban kecelakaan,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang telah rusak tersebut agar supaya masyarakat yang ada dijalan Yos Sudarso ini tidak lagi berjibaku dengan debu dan genangan air.
Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud mengaku belum mengetahui adanya aksi blokade dijalan Yos Sudarso. Namun, dirinya berjanji akan segera turun melakukan pengecekan.
Terkait aksi warga itu, Ome sapaan akrab Wawali kota Palopo ini, akan melakukan langkah taktis untuk menyelesaikan persoalan sesuai harapan masyarakat.
“Tentu kami memahami psikologi warga kalau itu memang terjadi. Oleh karena itu, kami akan segera melakukan langkah taktis untuk melakukan penyelesaian sesuai tuntutan masyarakat,” ungkapnya.




