Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 12 Mei mendatang.
Dalam UN kali ini, Pemerintah Daerah Luwu Timur dalam hal ini Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudparmudora) juga melibatkan pihak PT Telekomunikasi Indonesia dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Apa peranan Telkom dan PLN pada UN tersebut?, Dinas Pendidikan sengaja membangun kerjasama dengan dua perusahaan itu dikarenakan kondisi jaringan dan aliran listrik di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini tidak menentu.
Apa lagi, dua sekolah di Luwu Timur yakni SMP Negeri I Malili dan SMP YPS Soroako ikut dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sehingga jaringan telkom dan listrik harus benar – benar stabil.
Kepala Dinas Dikbudparmudora Luwu Timur, Ismail mengatakan, untuk mengantisipasi jaringan dan aliran listrik yang tidak stabil perlu dilakukan upaya kerjasama antara dua pihak itu.
Menurutnya, ketidakstabilan jaringan telkom dan aliran listrik dapat mengganggu jalannya ujian sehingga itu merupakan tanggung jawab dari pihak terkait yakni PT Telkom dan PT PLN.
“PLN dan Telkom terlibat langsung untuk mengawal kegiatan ini. Kita sudah bangun kerjasama kedua pihak itu sehingga mereka (PLN dan Telkom) punya tanggung jawab,” ungkap Ismail.
Ismail menambahkan, untuk tahun 2016 ini, SMP Negeri I Malili telah difasilitasi sebanyak 60 unit komputer guna mengikuti UNBK mendatang.
“Kalau sebelumnya UN tingkat SMA kita kekurangan komputer, tahun ini tidak lagi karena kita sudah memberikan 60 unit komputer ke SMP Negeri 1 Malili untuk persiapan UNBK,” ungkapnya.




