Kepolisian Sektor (Polsek) Wotu sudah mengamankan, Akbar alias Kebbang, pelaku kasus pelemparan yang terjadi dilorong Kopi – Kopi, desa Tarengge Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sabtu (14/5/16) malam kemarin.
Pelaku tersebut diketahui adalah warga dusun Pepuro, desa Cendana Hijau, kecamatan Wotu dan saat ini telah diamankan ditahanan Mapolres Luwu Timur untuk kepentingan penyidikan.
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Wotu, Ajun Komisaris, Jamal Ansar yang dikonfirmasi, Minggu (15/5/16) membenarkan pelaku pelemparan tersebut telah diamankan. “Pelaku sudah diamankan di Mapolres Luwu Timur,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaku tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan sejumlah keterangan saksi yang lebih awal dimintai keterangan di Mapolsek Wotu.
Dari keterangan pelaku, dirinya juga telah mengakui kejadian pelemparan itu. “Beberapa saksi telah mengaku kalau dirinya telah melihat pelaku (Akbar) melempar di lorong Kopi – Kopi begitu juga dengan pelaku sendiri,” ungkap Jamal.
Jamal menambahkan, penyidik juga saat ini masih melakukan pengembangan soal kasus tersebut. “Kita masih melakukan pengembangan, apakah hanya dia yang melakukan atau dilakukan bersama dengan temannya yang lain,” ungkapnya.
Sebelumnya, dua kelompok warga dari desa Tarengge dan Lampenai, kecamatan Wotu saling serang. Kesalahpahaman itu terjadi berawal dari salah seorang warga dari desa Lampenai yakni Aco mendapatkan lemparan dari orang yang tidak dikenal di lorong Kopi – Kopi, Tarengge baru – baru ini.
Saat itu, aksi saling serang pun terjadi antara dua desa tetangga tersebut. Bahkan, kelompok warga dari desa Lampenai juga menduduki dan membakar ban bekas didepan Mapolsek Wotu dan dijalur dua RSUD I La Galigo Wotu sebagai bentuk desakan untuk menangkap pelaku pelemparan.
Meskipun adanya desakan dari sekelompok warga namun pihak kepolisian juga berhati – hati dalam mengungkap pelaku agar tidak ada yang tercederai. “Polisi harus bekerja berdasarkan bukti,” ungkap Jamal.
Alhasil, kerja keras dari pihak Mapolsek Wotu akhirnya berhasil dan mengamankan pelaku utama pelemparan (Akbar) yang diketahui bukan berasal dari warga desa Tarengge.




