Sebanyak 500 orang perawat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IV Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di Gedung Simpurusiang Malili, Jumat (20/5/16).
Ketua panitia Musda PPNI Luwu Timur Syamriani mengatakan, Musda ini merupakan amanat dari AD dan ART PPNI Luwu Timur untuk menentukan arah program kerja 5 tahun kedepan sekaligus untuk memilih Ketua DPD PPNI Kabupaten Luwu Timur periode 2016 – 2021 mendatang.
Menurutnya, PPNI Luwu Timur telah memiliki keanggotaan sebanyak kurang lebih 700 orang. Jumlah tersebut telah tersebar di puskesmas, rumah sakit, klinik kesehatan dan sebagainya.
“Ada tiga calon yang akan dipilih dalam Musda ini yakni Muchlis Katili, I Putu Arthawan dan Sahmuddin,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengurus DPW PPNI Provinsi Sulawesi Selatan, Basrah mengatakan, selain untuk memenuhi ketentuan AD dan ART, Musda ini juga menentukan program kerja PPNI dalam menghadapi tuntutan jaman kedepan.
“agar tidak ketinggalan maka perlu ditingkatkan tata kerja anggota PPNI yang memang penuh resiko dalam 24 jam. Dalam menjalankan tugasnya, kewajiban perawat harus Ikhlas sehingga pembangunan bidang kesehatan dapat tercapai dengan baik sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli mengatakan, di dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, peran serta PPNI sangat diharapkan. Oleh karena itu, PPNI memiliki anggota yang besar dan tersebar sampai pelosok desa, dan merupakan kekuatan yang perlu diperhitungkan.
Bahri Suli menekankan, PPNI perlu memperhatikan susunan program kerja yang konkrit, dapat dijangkau dan dilaksanakan, serta menjalin hubungan yang baik dengan selalu berkoordinasi baik dengan Pemerintahan, sesama organisasi profesi dan masyarakat, serta meningkatkan kualitas perawat dengan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, maupun seminar-seminar.
“Kami berharap PPNI menjadi wadah tertinggi untuk menampung aspirasi seluruh komponen perawat untuk masa waktu 5 tahun kedepan,” ungkapnya.




