Kabupaten Luwu Timur (Lutim) masuk sebagai salah satu nominator Kabupaten Sehat 2013. Sekaitan dengan hal ini, Tim pembina Forum Kabupaten Sehat (Forkahat) Sulawesi Selatan, dan Tim Pembina Kabupaten Sehat menggelar rapat koordinasi yang di pimpin langsung Sekda Lutim, Bahri Suli yang di ikuti Kepala SKPD terkait, Camat, anggota Tim Pembina Kabupaten Sehat, pengurus Forkahat, Dinas Kesehatan dan para Kepala Puskesmas. Rakor tersebut berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Lutim, Senin (24/06/13) pagi tadi.
Dalam kesempatan tersebut, Bahri mengajak seluruh SKPD agar saling bersinergi dan bekerjasama utamanya melaksanakan kegiatan sesuai tupoksinya secara maksimal dan senantiasa berkoordinasi dengan Tim Forkahat jelang penilaian Kabupaten Sehat tahun 2013.
“Persiapan verifikasi pusat tinggal seminggu lagi, tepatnya minggu pertama bulan Juli mendatang, karena itu, saya harap semua pihak terkait dapat mamacu kinerjanya, dan aktif mengkomunikasikan dengan SKPD, hal-hal yang dibutuhkan, untuk melengkapi dokumen penilaian Kabupaten Sehat,” ungkap Bahri.
Bahri melanjutkan, tahun ini merupakan tahun pertama Lutim mengikuti penilaian Kabupaten sehat dengan mengajukan tiga tatanan dari sembilan tatanan pilihan. Ketiga tatanan penilaian tersebut meliputi, pertambangan, kehutanan dan kesehatan mandiri.
“Dengan kebersamaan, saya optimis kita bisa mewujudkan lutim sebagai kabupaten sehat sebagaimana yang kita raih pada Adipura lalu,” Ungkap Bahri.
Sementara itu, Ketua Forum Kab/kota Sehat Provinsi Sulawesi Selatan selaku narasumber Muslim Rasyid mengatakan kabupaten/kota sehat, adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman aman. Sehat untuk dihuni penduduk, yang dapat dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan kegiatan terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.
“Indikator dan tatanan yang dipilih dalam penilaian Kabupaten Sehat, tentunya berwawasan kesehatan dan sudah melalui perencanaan yang matang dengan didasari kebijakan atau peraturan yang mendukung. Ditambah lagi kalau kegiatan tersebut adalah terpadu melibatkan banyak sektor dan elemen masyarakat, dan merupakan program unggulan,” ungkap Muslim.
Dia menambahkan, indikator khusus dari setiap tatanan mesti dilengkapi oleh SKPD, termasuk para camat, agar dapat berkoordinasi dan mempersiapkan wilayahnya yang akan menjadi target kunjungan tim verifikasi pusat nantinya.
“Namun dengan perolehan Adipura hingga ketiga kalinya di Luwu Timur, saya optimis Luwu Timur dapat meraih penghargaan ini,” ungkap Muslim.
Alpian Alwi




