Ketua DPRD Palopo Tasik, dan Wakil Ketua DPRD Palopo Amiruddin Alwi, akhirnya bersedia menemui wartawan yang melakukan aksi demonstrasinya di Kantor DPRD Palopo, siang tadi. Meski telah menyampaikan permohonan maafnya, Tasik dan Amiruddin tampak lebih banyak tertunduk dihadapan wartawan.
Tasik dan Amiruddin menemui wartawan usai memimpin jalannya siding paripurna DPRD Palopo. Sebelum keduanya, tampak dua anggota DPRD Palopo menerima wartawan dan menyampaikan ungkapan keprihatinannya. Keduanya yakni Alfri Jamil dan Taming.
Dihadapan wartawan, Alfri mengungkapkan jika para pekerja jurnalistik selama ini telah cukup banyak membantu dalam menyosialisasikan program DPRD dan pemerintah. “Untuk itu sangat tidak dibenarkan jika jurnalis diusir dalam melakukan tugasnya, kemungkinan hal itu hanyalah salah paham yang perlu untuk dikomunikasikan,” ujar Alfri.
Tidak lama berselang, tampak Tasik dan Amiruddin Alwi dating menemui wartawan. Dihadapan wartawan, mereka menyangkal telah melakukan tindakan pengusiran terhadap wartawan. Meski begitu, mereka mengaku meminta maaf jika sikap mereka telah menyinggung perasaan pekerja pers.
“Kami tidak ada niat sama sekali untuk mengusir wartawan, sebab memang rapat tersebut digelar tertutup untuk umum, sehinggga kami meminta wartawan keluar, namun jika sikap tersebut telah menimbulkan ketersinggungan, kami memohon maaf,” ujar Tasik di hadapan wartawan.
Namun, disaat dua korban pengusiran menyampaikan kronologis pengusiran dihadapan Tasik dan Amiruddin, tampak keduanya kompak menundukkan kepala, hal itu pun menjadi tontonan anggota DPRD lainnya yang juga ikut menyaksikan aksi demonstrasi tersebut.
“Kami menerima permohonan maaf ini, namun yang kami harapkan hal ini tidak terulang lagi dilain waktu, terutama di gedung DPRD Palopo ini,” ujar Khaeruddin, salah seorang jurnalis yang menjadi korban pengusiran.
Selepas menyampaikan aspirasinya, Tasik dan Amiruddin pun menyalami seluruh demonstran sebagai bentuk permintaan maafnya.
Asdhar




