Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler resmi membuka acara Utsawa Dharma Gita (UDG) VI Tingkat Kabupaten Luwu Timur di desa Kalaena Kiri, kecamatan Kalaena, Sabtu (21/5) kemarin.
UDG atau yang lebih dikenal nyanyian suci keagamaan Hindu tersebut berlangsung selama 3 hari terhitung sejak tanggal 20 hingga 22 Mei kemarin.
Berbagai kegiatan yang digelar pada kegiatan tersebut seperti Lomba Pembacaan Mantra (Sloka) tingkat remaja putra dan putri, Pembacaan Phalawakya tingkat remaja putra dan putri, lomba dharma widya (Cerdas Cermat) tingkat SD, SMP dan SMU.
Kegiatan diawali dengan parade defile dengan jumlah peserta 329 orang yang berasal dari 7 kecamatan yakni Malili, Angkona, Burau, Wotu, Nuha, Kalaena dan Tomoni Timur.
Ketua Panitia UDG IV, Nyoman Diana mengatakan, kegiatan ini merupakan program kerja LPDG Kabupaten Luwu Timur melalui hasil keputusan LPDG dan PHDI Kabupaten Luwu Timur beserta PHDI Kecamatan dan desa se Kabupaten Luwu Timur Nomor 03/KEP/LPDG/LT/IV/2014 tentang pelaksanaan Utsawa Dharma Gita IV Tingkat Kabupaten Luwu Timur.
“Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam membaca kitab suci Weda dan kidung kidung keagamaan serta merintis kader kader pendharma wacana,” ungkapnya.
Ketua PHDI Luwu Timur, I Wayan Sudarsana menambahkan, pelaksanaan UDG dilaksanakan dua tahun sekali dan nantinya hasil pemenang dari lomba ini akan mewakili Kabupaten Luwu Timur di Tingkat Provinsi yang rencananya akan digelar Di Makassar tanggal 25 Juni 2016.
Olehnya itu, melalui kesempatan ini, panitia pelaksana mengharapkan Pemerintah Daerah agar menjadi perhatian penuh atas terselenggaranya kegiatan kegiatan seperti ini.
“Mudah – mudahan Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusinya melalui bantuan baik segi material maupun spritual,” ungkap Wayan.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Thorig Husler menyampaikan dukungnya terhadap kegiatan kegiatan seperti ini, karena selain untuk mencari bakat juga merupakan cerminan untuk kita dalam mengagungkan nama Tuhan.
“Kegiatan membaca, menyanyikan dan menelaah isi teks teks suci keagamaan itu tentulah harus lebih banyak digiatkan sehingga budaya leluhur senantiasa tetap terjaga dan dapat dilestarikan,” terang Husler.
Husler juga mengajak kepada umat Hindu dan umat beragama lainnya untuk tetap menjaga harmonisasi dan persaudaraan yang sejak lama terbina.
“Mari tetap menjaga hubungan persaudaraan antara yang satu dengan yang lainnya agar suasana aman, damai tentram tercipta di Bumi Batara Guru ,” ungkap Husler.
Kegiatan ini mengusung tema “Utsawa Dharma Gita Wahana Memantapkan Pemahaman dan Penghayatan Agama Hindu Menuju Ketahanan Mental Bangsa Untuk Luwu Timur Terkemuka”.




