Kabupaten Luwu Timur saat ini masih kekurangan beras sebanyak 7.575 ton. Hal tersebut diketahui pada Rapat Koordinasi (Rakor) Serapan Gabah Petani (Sergap) yang berlangsung di Mangkutana, kemarin.
Menurut Komandan Kodim (Damdim) 1403 / Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi mengatakan, beberapa permasalahan yang ada dilapangan berkaitan dengan program Swasembada pangan antara lain, banyak hasil pertanian yang dipasarkan diluar daerah karena harga lebih tinggi ditengkulak daripada Bulog.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut harus diselesaikan bersama – sama agar kedepannya tidak terulang lagi. Cecep menjelaskan, Kabupaten Luwu Timur membutukan stok sebanyak 8.500 ton beras.
Namun, hingga saat ini baru berkisar 925 ton yang ada atau masih kekurangan 7.575 ton beras. Sementara untuk Luwu Raya membutuhkan stok 50.000 ton sementara baru terserap sekitar 12.500 atau sekitar 12 persen.
“Intinya kita berharap bisa membantu pemerintah dalam mempertahankan swasembada pangan, karena pemerintah telah banyak membantu petani,” ungkap Cecep.
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler berharap, Sub Bulog Divre Palopo yang membawahi wilayah Kabupaten Luwu Timur dapat menyerap gabah hasil petani. Pasalnya, jika serapan gabah petani dapat dilakukan maksimal maka tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar daerah.
Menanggapi harapan bupati, Kepala Sub Bulog Divre Palopo Hamid mengatakan, untuk menyerap gabah dan beras petani, bulog rencananya akan membangun gudang.
“Kapasitas gudang Bulog yang ada di Luwu Timur hanya dapat menampung sebesar 5.000 ton, sementara total komsumsi mencapai 8.500 ton, untuk menampung kekurangannya maka rencananya Bulog akan menambah gudang dengan kapasitas 4.000 ton,” ungkap Hamid.




