Tim Penilai Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional melakukan penilaian terhadap Perpustakaan Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi selatan, yang berhasil masuk lima besar untuk Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Nasional dan terpilih mewakili Provinsi Sulsel, Senin (25/07/2016).
Rombongan Tim Penilai ini disambut dengan pengalungan bunga oleh Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam didampingi Ketua TP PKK Luwu Timur, Hj Puspawati Husler, Kepala Kantor Perpustakaan Arsip Daerah dan Dokumentasi (KPADD) Kabupaten Luwu Timur, Andi Suheriah, Plt Camat Nuha, Masdin dan Kepala Desa Sorowako, H. Syamsuddin Nusi. Tim penilai dari pusat ini juga disambut dengan suguhan permainan musik angklung dan tarian yang dipersembahkan para pelajar.
Sementara itu Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam dalam sambutannya berharap dengan Lomba Perpustakaan ini, dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan pustakaan dan sumber daya manusia bagi generasi penerus.
Menurut Irwan Bachri Syam, pihaknya sangat komitmen dalam melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan minat baca di tengah masyarakat, oleh karena itu Irwan sangat optimistis, Perpustakaan Desa Sorowako bisa menjuarai lomba perpustakaan tersebut, karena perpustakaan ini sudah menjadi referensi para pelajar dan mahasiswa, sehingga tak pernah sepi dari pengunjung,” kata Irwan.
Ketua Tim Penilai Lomba Perpustakaan Desa, Samsul menjelaskan tujuan dari diadakannya lomba tersebut adalah untuk memberikan apresiasi kepada seluruh pengelola perpustakaan di seluruh tingkatan.
Samsul mengungkapkan, ada 5 (lima) Daerah yang masuk nominasi peraih juara umum selain Kabupaten Luwu Timur yang mewakili Sulawesi Selatan diantaranya, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat dan Yogyakarta. Dimana untuk kelima daerah tersebut, masuk dalam penilaian kategori Cluster A.
“Jadi kita turun langsung untuk menilai, karena kita mau lihat bentuk fisik setiap perpustakaan, bagaimana fasilitasnya, ketersediaan buku bacaan, lokasi dan bangunannya, serta bagaimana titik balik perpustakaan terhadap tingkat kecerdasan masyarakat setempat,” kata Samsul.
Lebih lanjut Samsul mengatakan, sebelum menetapkan urutan juara nasional nantinya, kelima daerah tersebut akan dinilai langsung oleh tim penilai pusat di daerah masing-masing, selanjutnya kelima daerah tersebut akan mengikuti penilaian tahap akhir dengan mempresentasikan apa saja yang dimiliki dan beberapa keunggulan masing-masing perpustakaan.
Dalam penilaian tersebut, T. Syamsul Bahri didampingi Bambang Supriyo Utomo dan Erviana Dwi Nugrahaningtiyas turun langsung menilai perpustakaan Desa Sorowako yang menjadi perwakilan Sulawesi Selatan.




