Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Alwy Rachman : Cerita Seorang Bandit Jangan Jadikan Rujukan
Metro

Alwy Rachman : Cerita Seorang Bandit Jangan Jadikan Rujukan

Redaksi
Redaksi Published 31 Juli 2016
Share
2 Min Read
SHARE

Munculnya tulisan di media sosial yang mengatasnamakan Koordinator Eksekutif Kontras Haris Azhar tentang pengakuan terpidana mati Freddy Budiman sontak ramai dibicarakan dari berbagai pihak.

Dalam tulisannya ia (Haris Azhar) mengungkapkan informasi-informasi rahasia tentang sepak terjang dan kelemahan aparat penegak hukum baik itu Polri, BNN, dan TNI dalam menangani kasus narkoba.

Freddy Budiman merupakan terpidana mati yang divonis setelah terbukti mengontrol peredaran 1,4 juta pil ekstasi dari balik jeruji besi, sebelumnya Ia juga pernah masuk penjara karena kepemilikan 500 gram methamphetamine pada 2009 lalu. Setelah bebas pada 2011, ia pun ditangkap kembali akibat kepemilikan metamphetamine serta alat pembuatan narkoba.

Budayawan Alwy Rachman mengunkapkan. Cerita Freddy Budiman mungkin saja adalah bagian dari demoralisasi terhadap keseluruhan kinerja Badan Narkotika Nasional dan Polri. Cerita seperti itu berdampak buruk terhadap upaya pemberantasan narkoba. Kinerja aparat semestinya diapresiasi mengingat dampak narkotika telah menjelma menjadi masalah sosial yang semakin hari semakin meluas, menjangkau hampir semua lapisan masyarakat.

Hukum positif Indonesia memang masih membenarkan hukuman mati. Cerita Freddy Budiman tak bisa dijadikan sandaran bagi keselamatan masyarakat. Bagaimana bisa sosok bandit harus menjadi rujukan? Celaka dong masyarakat kalau begini.

Negara harus tegak memberantas narkotika. Jejaring narkotika bukan organisasi biasa. Jejaring ini bisa melumpuhlan negara jika dibiarkan merajalela. Kasus-kasus di negara Amerika Latin adalah pelajaran berharga.

“Eksistensi bandit tak bisa dijadikan bagian dari moral bangsa. Pelan tapi pasti, bandit-bandit narkotika tak bekerja sendiri. Mereka memang harus dihadapi sejak dini. Kita tak bisa membiarkan Indonesia ini menjadi bulan-bulanan oleh kelompok geng narkotika sebagaimana yang menimpa banyak negara-negara di Amerika Latin. Perang terhadap narkotika mirip perang terhadap terorisme. Narkotika semestinya diperangi secara global, nasional, dan lokal,” tegas Alwy Rachman.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Gerbong Mutasi di Pemkab Lutra Kembali Bergerak

BAZ Lutim Salurkan Rp 56 Juta Zakat

Kunjungan DPRD ke Pengungsian Sorowako, Pastikan Penanganan Korban Maksimal

Punya KK Sendiri Meski Masih Single? Bisa Banget!

Terkait Pembangunan, Tom : Kontribusi HMI Tidak Perlu Diragukan

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Rumah Pribadi Camat Angkona Dibobol Maling
Next Article Miliki Sabu, Dua Warga Asal Wotu Diamankan Polisi

You Might Also Like

Metro

Irwan Bachri Syam: ASN Harus Jadi Contoh dan “CCTV Pemerintah”

5 Desember 2025
Metro

Berbagi Takjil, Umat Katolik Malili Tunjukkan Toleransi di Bulan Ramadan

18 Maret 2025
Metro

Panggung Konser Duo Racun Rampung

27 November 2015
Metro

Sekretariat DPRD Luwu Timur Musnahkan Arsip Inaktif, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Pemerintahan yang Rapi

20 September 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?