Untuk yang kesekian kalinya, gerbong mutasi di tubuh Pemerintahan kabupaten Luwu Utara (Lutra) kembali bergerak. Kali ini Bupati Lutra, Arifin Junaidi melakukan perombakan susunan pejabatnya pada eselon II, III, dan IV, di Aula Lagaligo Kantor Bupati Lutra, Kamis (4/7/13).
Sejumlah pejabat eselon II yang mengalami pergeseran jabatan yaitu Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD), Kusmin Haseng bertukar posisi dengan Muhammad Kasrum yang menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Begitupun dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil (Dukcapil) Aidar Idrus harus rela bertukar posisi dengan Alam Komar yang selama ini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.
Sedang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Syamsul Syair kali ini dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) menggantikan Armin yang bergeser menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Kabag Ortala) Bambang Irawan pada mutasi kali ini mendapat promosi ke jabatan eselon II dan dipercaya mengisi jabatan Kepala Bappeda.
Sementara untuk jabatan eselon III yang mengalami pergeseran sebanyak 20 orang pejabat diantaranya, Kepala Kantor Latihan Kerja, Maharuddin dipercaya untuk menduduki jabatan Camat Tanalili menggantikan Eka Rusli yang bergeser menjadi Camat Sukamaju. Sedang Yasir Pasandre yang sebelumnya menjabat Camat Sukamaju kini bergeser sebagai Camat Bonebone.
Khusus Camat Seko, Agripa Asri pada mutasi kali ini mendapat promosi dengan meraih jabatan sebagai Kepala Bagian Administrasi dan Pemerintahan menggantikan Sudarmin yang turun menjadi kepala bidang Kelestrikan Dinas Pertambangan dan Energi. Sedang Sekcam Limbong, Tandi Bulan dipromosikan mengisi jabatan sebagai Camat Seko. Begitupun dengan Sekcam Malangke Barat, Rustandi dipercayakan mengisi jabatan Camat Malangke Barat yang ditinggalkan Farid.
Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi dalam pelantikan menegaskan mutasi kali ini tujuan utamanya adalah sebagai penyegaran dan pergeseran pejabat dan penempatannya itu dilakukan dari pertimbangan kinerja para pejabat selama ini.
“Mutasi merupakan hal yang biasa yang tidak mesti harus di artikan sebagai hal yang luar biasa, namun karena hal itu terjadi maka akan menimbulkan multi tafsir. saya harapkan semua aparat pemerintahan di Lutra tetap bersatu dalam nuansa kebersamaan untuk membangun Lutra yang lebih baik,” kata Arifin.
Selain itu, orang nomor satu di Lutra ini meminta kepada seluruh pegawai yang mengalami mutasi untuk tidak berprasangka buruk terhadap penempatan dirinya pada posisi yang baru karena jabatan itu bukan sebuah hak pribadi pegawai.
“Untuk itu jangan ada dendam, mutasi kali ini pertimbangan utamanya dilakukan karena kinerja yang kurang bagus, ukurannya bisa dilihat pada raihan opini WDP dari BPK RI. Yang jelas dimata saya semua pegawai sama, semua saya suka, jadi jangan ada perasangka lain. Jabatan itu sama saja, tidak ada yang dikatakan basah ataupun jabatan kering,” tuturnya.
Arief Abadi




