Desa Suluh termasuk program baru di Luwu Raya. Namun, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Luwu Utara tetap optimis program tersebut sukses, di mana program ini sangat menitikberatkan pada kegiatan pemanfaatan pekarangan yang akan dikelola seluruh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Buangin yang merupakan desa penerima manfaat Desa Suluh Tahun Anggaran 2015.
Untuk suksesnya program tersebut, BKP3 membentuk Tim Teknis Pembinaan KWT, di mana tim dibagi lima zona pembinaan, yakni Zona pertama di Dusun Tarue dengan 4 KWT, zona kedua di Dusun Rante Bone (4 KWT), zona ketiga Dusun Rante Bone (5 KWT), zone keempat Dusun Rante Pasang (5 KWT) dan zona kelima Dusun Rante Pasang (5 KWT). Kepala BKP3, Marthina Simon, membenarkan adanya pembagian zona pembinaan Desa Suluh tersebut.
Menurut Marthina, pembagian zona itu dimaksudkan agar seluruh tim bisa bekerja maksimal, sehingga tujuan dan sasaran Desa Suluh betul-betul bisa diwujudkan, yakni adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pekarangan secara konseptual, yang ditopang adanya bantuan benih dan pupuk organik kepada 23 KWT penerima manfaat Desa Suluh.
“Ya, sengaja kita bagi zona pembinaan agar tim bisa maksimal, sehingga seluruh KWT bisa mendapatkan pembinaan. Kami ingin membangun kesadaran mereka akan pentingnya pemanfaatan pekarangan yang dikelola secara konseptual dan memenuhi unsur estetika,” terang Marthina, di Masamba kemarin.
Marthina menambahkan, selain bantuan benih dan pupuk untuk KWT, pihaknya juga akan membangun sebuah Sanggar Tani yang ditempatkan di Kelompok Tani (Poktan) Tanangkai. Sanggar Tani itu nantinya akan difungsikan sebagai wahana belajar kelompok, dan sebagai tempat pertemuan lainnya guna membicarakan persoalan-persoalan pertanian yang ada.
Sanggar Tani ini, kata Marthina, tidak hanya digunakan poktan Tanangkai, tetapi seluruh Poktan yang ingin melakukan pertemuan bisa memakai sanggar tani tersebut. “Ya, kita juga akan membangun Sanggar Tani sebagai wahana belajar kelompok dan tempat pertemuan lainnya,” ungkap Marthina.
Sementara itu, PPTK kegiatan, Andi Pawiseang, mengatakan, bantuan pupuk organik dan benih sayur telah disalurkan ke seluruh KWT penerima manfaat Desa Suluh. Andi mengungkapkan, benih sayur yang disalurkan adalah kangkung, bayam, tomat, cabai, dan terong.
Sementara untuk pupuk organik, masih kata Andi, masing-masing KWT menerima dua sak, di mana satu sak berisi 40 kg. “Alhamdulillah, benih dan pupuk sudah kita salurkan di bulan puasa kemarin. Kenapa di bulan puasa? Biar bisa juga disebut sebagai THR untuk mereka dari pemerintah,” pungkas Andiyang ikut diamini PPL setempat, Lukman.




