Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Sukman Sadike mengakui tidak adanya kegiatan fisik untuk Anggaran Perubahan di tahun 2016.
Hal itu disampaikan Sukman saat menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) dalam daerah dan monitoring yang dilakukan dikecamatan Wotu dan Burau.
Menurut Sukman, tidak adanya kegiatan fisik itu disebabkan karena penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp19,9 miliar.
“DAU ditunda dari bulan September hingga Desember 2016 senilai Rp19,9 miliar termasuk terjadinya defisit anggaran senilai Rp116 miliar di Luwu Timur,” ungkap Sukman.
Legislator Partai Golkar menambahkan, kegiatan fisik dapat dimasukkan pada anggaran pokok tahun 2017 mendatang. “Harus bersabar, kita tunggu tahun anggaran 2017,” ungkapnya.
Agenda Kunker dan monitoring tersebut dilakukan 30 orang anggota DPRD Luwu Timur dengan masing – masing Daerah Pemilihan.




