Besarnya jumlah usaha kecil dan menengah maupun industri rumah tangga yang dikelola oleh kaum perempuan di Kabupaten Luwu timur disadari sebagai salah satu potensi yang dapat mendorong laju pembangunan daerah jika dikelola dengan tepat.
Hal tersebut mendorong terbentuknya IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesi) Cabang Luwu Timur.
Organisasi yang mewadahi pengusaha yang terdiri atas kaum hawa tersebut resmi terbentuk di Kabupaten Luwu Timur setelah pengurusnya dikukuhkan oleh Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thorig Husler di Sorowako. Sabtu, 19 November 2016.
“Saya sangat bersyukur organisasi wanita yang akan menjalin kerjasama membangun luwu timur, hari ini resmi ada diluwu timur” ungkap Husler.
Husler berharap agar IWAPI dapat mengambil bagian dalam mempersiapkan sumberdaya manusia menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) khususnya bagi kaum perempuan. “Kita gerakkan roda perekonomian dimulai dari perempuan” lanjutnya.
Senada dengan Husler, Ketua Umum DPD IWAPI Sulawesi Selatan, Ida Farida Noer Haris menjelaskan bahwa kehadiran IWAPI bukan hanya untuk segi bisnis semata, tetapi bagaimana mendorong peningkatan kapasistas sumberdaya manusia terutama kaum wanita dalam menghadapi MEA.
“Tugas kita adalah mendorong agar wanita independen dalam ekonomi, sebab jika wanita tidak independen dalam ekonomi maka tidak akan independen dalam mengambil keputusan” kata Ida saat memberikan sambutan setelah membacakan naskah pelantikan.
Menurutnya 60 persen bidang usaha yang ada di indonesia adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sebagian besar UKM dikelola oleh kaum perempuan. Banyaknya jumlah kaum perempuan sebagai pelaku UKM memnjadi indikasi bahwa kaum perempuan adalah penopang ekonomi kerakyatan.
Sejumlah produk usaha kecil menengah yang dikelola oleh kaum wanita juga di pamerkan disalah satu sudut tempat acara. Besarnya potensi dan dukungan pemerintah Kabupaten Luwu Timur diyakini Ida dapat menjadi peluang berkembangnya UKM didaerah tersebut.
IWAPI Luwu Timur perode 2016 – 2021 yang dikeyuai Zeni Umar Ranggo itu berjanji akan terus mendampingi pelaku UKM agar dapat meningkatkan usahanya dan siap menghadapi persaingan yang semakin ketat kedepannya.




