Pengembangan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan harus memiliki road map yang jelas sehingga ada panduan dan target yang jelas bagi semua stakeholder setiap tahunnya. Road map ini nantinya termuat jelas pembagian peran yang jelas, siapa mengerjakan apa, kapan, dimana dan bagaimana. Pernyataan tersebut disampaikan asisten administrasi umum, H Baharuddin saat mewakili Bupati Luwu Timur dihadapan ratusan penyuluh pertanian pada kegiatan penyusunan programa penyuluhan pertanian di aula Badan pelaksana Penyuluh Pertanian, perikanan dan kehutanan (BP4K), Kamis (17/11/2016).
Menurutnya dengan dukungan road map yang jelas, segala tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan yang akan dihadapi nantinya bisa diatasi. Baharuddin menjelaskan potensi lahan pertanian sangat besar diantaranya sawah seluas 25.181 hektar, kebun kakao 25,764.18 hektar, kebun sawit 10.672.66 hektar, dan kebun lada seluas 5.481,81 hektar. Belum lagi potensi ternak juga cukup besar mulai dari ternak sapi berjumlah 14.010 ekor dan jumlah ternak kambing 10.326 ekor.
Semua potensi tersebut, kata Baharuddin merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab untuk menempatkan pembangunan pertanian sebagai penggerak utama pembangunan. Sejalan dengan tema kementerian Pertanian yakni terwujudnya sistem pertanian Bio Industri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tinggi dari berbagai sumberdaya lokal untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
“Semua program pengembangan pertanian berkelanjutan tersebut membutuhkan pola pengelolaan terpadu melibatkan pemangku kepentingan dari aspek perencanaan, implementasi, pelayanan, pembinaan dan pengendalian,” tandasnya.
Pemerintah daerah kata Baharuddin sangat mendukung program pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. itulah mengapa berbagai program organik seperti padi metode SRI terus dikembangkan pemerintah daerah. Bahkan panen Padi metode SRI yang dilakukan musim tanam ini telah mencapai 8,1 ton perhektar di Desa SUmber Makmur Kecamatan Kalaena. “Capaian ini sangat baik dan memotivasi karena produktivitas padi metode SRI ini melebihi capaian metode konvensional,” katanya.
Ia juga menitipkan harapan agar penyusunan program pertanian ini tetap memprioritaskan konsep pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. dalam acara itu pula hadir Faisal Wahab, Kasubag Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikulutura Provinsi Sulawesi Selatan selaku Narasumber, Anggota DPRD, Hj. Harisah S.




