Rapat Kerja Nasional (Rakornal) percepatan pelaksanaan program prioritas pembanguna desa digelar oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.
Dalam Rakornas tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Kegiatan yang melibatkan seluruh Bupati dan Wali Kota se Indonesia ini dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 3 Maret 2017 hari ini.
Selain Kepala Daerah, turut hadir, perwakilan dari kementerian dan lembaga Negara, kepala dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) tingkat Propinsi, serta Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) dari seluruh Indonesia.
Disela-sela rakornas, Wabup Irwan mengaku sangat mendukung empat program prioritas yang dicanangkan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan desa. Menurutnya, program ini juga sejalan dengan program yang tertuang dalam RPJMD Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
“Intinya, kehadiran kita semua disini untuk membangun kesamaan visi, komitmen dan kerjasama semua stake holder terkait dalam membangun desa. Yang pastinya kita selalu mendukung empat program prioritas tersebut,” ungkap Irwan.
Sebelumnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, rakornas ini dalam rangka untuk memperkuat komunikasi dan kerjasama dengan stake holder desa baik di tingkat kementerian, lembaga Negara, BUMN, Pemda, hingga kalangan swasta.
Menurutnya, empat program prioritas yang dicanangkan Kemendesa PDTT yakni pembentukan BUMDes, pengembangan produk unggulan desa (prudes), pembuatan embung desa, dan pembuatan sarana olah raga desa akan segera terealisasi tentu dengan dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder terkait.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, kata Eko, sasaran pembangunan desa mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa dan meningkatkan jumlah desa mandiri sedikitnya 2.000 desa.
“Untuk merealisasikan sasaran tersebut maka pembangunan desa perlu dilakukan secara holistik dan sistematis,” ungkap Eko.




