Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke VI Tingkat Kabupaten Luwu Timur resmi dimulai. Pembukaan di awali pawai kafilah dari seluruh kecamatan dan penampilan Bahri Waru, Qori Internasional yang meraih juara pertama pada acara MTQ di Kuala Lumpur Malaysia, 2002 lalu.
Pelaksanan STQ ke VI kali ini mengangkat tema “kita lestarikan khasanah budaya islami generasi Qur’ani yang bermartabat menuju Luwu Timur religius dan terkemuka” yang diikuti sebanyak 350 peserta dengan berbagai cabang lomba antara lain hifsil, tilawah, dan tafsir Qur’an. STQ akan berlangsung tanggal 28 Februari dan berakhir pada 4 Maret 2017.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Luwu Timur, Amran Syam mengatakan dewan hakim yang berjumlah 13 orang ini merupakan para dewan hakim yang telah profesional di bidangnya masing-masing. Menurutnya para dewan hakim ini telah sukses menyeleksi para Kafilah Luwu Timur yang telah banyak menorehkan prestasi membanggakan seperti Juara umum II MTQ Sulsel 2016 di Barru dan Juara umum III STQ Sulsel 2015 di Takalar.
“Kita bersyukur, ditengah kemajuan dan tantangan berbagai persoalan bangsa ini, kita masih tetap menyatukan mata batin kita, perasaan kita untuk kemajuan pengembangan Al Qur’an bagi generasi muda kita, para anak bangsa,” katanya, Selasa malam (28/02/17). Ia menegaskan akan berupaya maksimal agar para Kafilah Luwu Timur bisa menjadi yang lebih baik lagi pada even-even seperti ini.
Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan, islam saat ini mengalami banyak tantangan mulai dari stigma intoleransi, gerakan islam radikal hingga terorisme. Padahal Islam sejatinya adalah agama yang membawa kedamaian, cinta kasih dan rahmat bagi semesta alam.
Menurutnya munculnya gerakan semacam ini karena mereka yang mengaku beragama islam tidak mengamalkan agama islam sesuai tuntunan Al Qur’an dan Hadis. Para oknum inilah yang seringkali menjadikan citra buruk atau stigma negatif terhadap islam. “Al Qur’an diturunkan Allah SWT hakikatnya untuk dijadikan pedoman, penjelasan dan pembeda antara yang haq dan batil,” katanya.
Lanjut Husler, membaca Al Qur’an dengan mengikuti kaidah yang benar dan dilantunkan dengan suara merdu serta dipahami maknanya akan memberikan. pencerahan batin dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Membumikan AlQur’an melalui STQ ini diharapkan dapat membangun generasi muda cinta Al Qur’an. “Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Jadilah yang terbaik. Dan kepada dewan hakim tetap objektif menilai para kontestan,” kuncinya.




