LUWU – Angin puting beliung, merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Larompong Selatan, Luwu, Senin 6 Januari 2020. Sebagian warga, terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya.
Isma Asmi, warga Desa Sampano, adalah salah seorang warga yang harus mengungsi ke rumah tetangganya. Atap rumahnya yang terbuat dari daun sagu, habis beterbangan.
“Dinding rumah juga ada yang lepas. Dan untuk sementara saya mengungsi ke rumah tetangga, karena kalau hujan, air masuk ke rumah,” kata Isma Asmi, Selasa 7 Januari.
Para korban, mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, tim BPBD juga belum terlihat di lokasi bencana.
Selain di Sampano, sejumlah rumah di Kecamatan Larompong Selatan, juga mengalami kerusakan.
AKP Piter Marimbun, Kapolsek Larompong, mengatakan, di wilayahnya, terdapat 20 rumah yang rusak diterjang angin puting beliung.
“Rusak berat ada lima, sementara lainnya rusak ringan. Untuk sementara warga menggunakan terpal sebagai pengganti atap rumah yang lepas,” kata Piter Marimbun.
Dia menghimbau masyarajat di wilayah rawan bencana, agar selalu waspada, mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.
Sementara Mulyadi Palalloi, anggota DPRD Luwu, meminta tim BPBD dan Dinas Sosial, segera mendatangi lokasi bencana, dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan warga, korban angin puting beliung.
“Yang paling mendesak adalah terpal sebagai pengganti atap seng, karena ini sudah musim hujan. Sambil mendata rumah penduduk yang rusak untuk diberikan bantuan,” kata Mulyadi.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Luwu, belum turun ke lokasi bencana. Warga terpaksa bergotongroyong, membantu warga yang terkena musibah.
Laporan: Damrin Arfah Balaba, Luwu




