Sebanyak lima siswa peserta International Science and Mathematics Olympiad (ISMO) Imperial Academy National Tahun 2022 berhasil meraih medali emas dan perak dalam ajang international tersebut. Kelima siswa itu adalah siswa dari SMP Negeri 2 Malili, Kabupaten Luwu Timur. Pengumuman pemenang telah disampaikan secara resmi, Jumat (11/2) hari ini.
Kompetisi sains dan matematika ini merupakan lanjutan dari ajang sebelumnya yakni Asian Mathematics Competition (AMC) dimana siswa dari SMP Negeri 2 Malili juga berhasil menyabet tiga emas.
Kompetisi ini terbagi dalam 11 kategori lomba yang dilaksanakan secara online, yakni English Primary School, Mathematics Primary School, Science Primary School, English Junior High School, Science Junior High School, Mathematics Junior High School, English Senior High School, Physics Senior High School, Mathematics Senior High School, Biology Senior High School, dan Chemistry Senior High School.
Lima siswa berprestasi tersebut yakni Andi Riska Maulani (peringkat 52), Nur Alifah (peringkat 146), dan Muhammad Angga (peringkat 158) yang berhasil meraih medali emas, sedangkan Alvira Rhidatunnisa (peringkat 225), dan Alif M Nur (peringkat 307) berhasil meraih medali perak. Kelima siswa ini ikut dalam kategori Mathematics Junior High School, dimana untuk kategori ini diikuti oleh sekitar 553 peserta dari berbagai belahan dunia.
Prestasi ini cukup membanggakan, sebab ajang kompetisi internasional itu selain diikuti oleh berbagai sekolah di Indonesia, juga diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai negara, seperti USA, China, Hongkong, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, Laos, India, Srilanka, Iran, dan sejumlah negara lainnya.
Kepala SMP Negeri 2 Malili, Mardiian As’ad mengatakan prestasi ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang dipimpinnya, apalagi menurutnya siswa yang ikut pada ajang tersebut masih berada di kelas VII dan berani ikut falam ajang yang level kompetisinya adalah tingkat internasional dimana soal dan Bahasa pengantarnya menggunakan Bahasa Inggris.
Sementara itu, guru pembimbing eskul matematika SMP Negeri 2 Malili, Ilmal mengatakan siswa mereka sebenarnya terbilang baru untuk kompetisi seperti ini.
“Namun berbekal modal pengalaman saat mengikuti ajang tingkat Asia sebelumnya, Alhamdulillah keikutsertaan tahun ini mereka berhasil meraih medali,” ujar Ilmal.
Selain itu, menurut Ilmal, kelima siswa-siswi tersebut akan terus diikutkan pada kompetisi lainnya baik online maupun ofline jika memungkinkan, sesuai dengan jadwal yang telah diprogramkan agar mental mereka bisa menyesuaikan dengan suasana kompetisi dan itu telah terjadwal.




