LUWU TIMUR – Ratusan Umat Kristen se-Kabupaten Luwu Timur mengikuti Perayaan Natal Bersama ASN, TNI, Polri Kabupaten Luwu Timur dengan tema “”Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain”.
Natal bersama yang akhirnya bisa dilaksanakan setelah 2 tahun tertunda karena Pandemi Covid19 ini dihadiri langsung Bupati Luwu Timur, H. Budiman, Anggota DPRD Lutim diantaranya Leonard Bongga, Efraem, dan Andi Surono, unsur Forkopimda Lutim, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Sekretaris Umum GKST, Pdt. Jetroson, Kemenag Lutim, FKUB Lutim, Ketua Forum Kerjasama Gereja-Gereja se-Luwu Timur, Pendeta Yorim R. Karoma, para pimpinan Gereja, para Pendeta, para Pastor, manajemen PT. Vale, Tokoh Agama dan Masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Budiman mengungkapkan bahwa, pada awal menjabat sebagai Bupati telah meluncurkan berbagai program, diantaranya berbagi di hari jumat yang dimotori ASN, kemudian setiap tanggal 10 berpakaian adat sebagai wujud apresiasi bahwa kita beragam dan majemuk, kemudian hari Rabu berolahraga.
“Tahun depan, saya kembali akan melaunching program peduli lingkungan, sehingga setiap tanggal 5 ada gerakan peduli lingkungan dengan tagline “Peduli ki, saya jaga ki”, apa isinya ? Yakni gerakan menanam, gerakan membersihkan, gerakan jalan kaki atau bersepeda ke kantor, gerakan tanpa asap rokok, gerakan tanpa asap sampah, dan gerakan makan makanan pangan lokal diluar beras,” kata Budiman.
“Khusus untuk Gerakan Tanpa Asap Rokok, banyak yang protes, tapi saya yakin ibu-ibu semua suka. Jadi gerakan tanpa asap rokok ini hanya sekali sebulan dilakukan, masa tidak bisa kita lakukan,” ucap Bupati yang disambut tepuk tangan hadirin.
Jadi Ia berharap dukungan semua masyarakat, ini akan sama-sama kita launching, dan nanti Dinas Pertanian, Dinas PMD, agar kita bicara bersama seluruh desa dan camat bahwa, khusus gerakan menanam, nantinya harus bernilai ekonomis, kalau perlu buah-buahan ditanam, karena kebijakan hari ini akan dirasakan anak cucu 3 – 5 tahun kedepan.
“Kita bisa bayangkan kalau semua masyarakat menanam durian musangking masing-masing 1 pohon saja di depan rumahnya, maka akan ada 50 ribu pohon tersebut. Ada desa sekarang, di Ujung Baru ini, setiap kepala rumah tangga menanam 25 durian musangking yang bersertifikat,” ungkapnya.
“Kita berharap bahwa kolaborasi kita semua, mari kita saling mendukung karena kedepan yakni di tahun 2023 masih ada perang ditempat lain yakni pemanasan global. Kalau kita tidak berupaya sekarang, siapa lagi. Kita berharap dengan gerakan ini mudah-mudahan kita peduli sehingga alam juga akan melindungi kita,” tandas Budiman. (*)




