Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: Ini Profil PT MCS, Perusahaan yang Akan Bangun Pabrik Beras Modern di Luwu Timur
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Ini Profil PT MCS, Perusahaan yang Akan Bangun Pabrik Beras Modern di Luwu Timur
Ekonomi

Ini Profil PT MCS, Perusahaan yang Akan Bangun Pabrik Beras Modern di Luwu Timur

Redaksi
Redaksi 20 Mei 2025
Share
Salah satu pabrik beras milik PT Menata Citra Selaras (Sumber: mcsrice.com)
SHARE
Daftar Isi
Dari Limbah Besi ke Ketahanan PanganFeasibility Study dan Proyek Bersama

Di tengah perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Luwu Timur, hadir satu momen strategis yang bisa menjadi titik balik bagi ketahanan pangan daerah, yakni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan pabrik beras skala besar antara Pemkab Luwu Timur dan PT Menata Citra Selaras (MCS).

Namun, siapa sebenarnya PT MCS—perusahaan yang akan membangun industri perberasan modern pertama di Luwu Timur?

Direktur Utama PT MCS, Yogi Prabowo (Baju putih) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dalam rangka pembangunan pabrik beras skala besar di Kabupaten Luwu Timur (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)

Dari Limbah Besi ke Ketahanan Pangan

PT Menata Citra Selaras (MCS) berdiri sejak tahun 2008 dengan core bisnis awal di sektor perdagangan limbah besi. Namun pada 2013, mereka mengambil langkah berani untuk masuk ke sektor pangan, yakni dengan membangun pabrik penggilingan beras modern di Bekasi.

Kami melihat sektor pangan bukan hanya sebagai peluang bisnis, tapi juga bentuk kontribusi untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Direktur PT MCS, Yogi Prabowo.

Berbeda dari investor pada umumnya, MCS menegaskan bahwa mereka tidak datang sebagai pesaing bagi penggilingan lokal, tapi sebagai agregator.

BACA JUGA:

PT Vale Gelar Media Training untuk Perkuat Pemberitaan Isu Pertambangan

“Kami ingin semuanya tumbuh bersama: petani, penggilingan lokal, pelaku distribusi. Yang kami bangun adalah ekosistem, bukan hanya pabrik,” ujar Yogi.

Model bisnis PT MCS di rancang untuk memberdayakan rantai nilai lokal, mulai dari pendampingan petani, pelatihan penggilingan kecil, hingga membuka akses pasar domestik dan ekspor.

Feasibility Study dan Proyek Bersama

Saat ini, proyek masih dalam tahap feasibility study (Studi Kelayakan) yang akan berlangsung 1–6 bulan ke depan. Dua lokasi potensial yang sedang dikaji adalah Malili dan Mangkutana, dua titik strategis yang masuk dalam rencana kawasan industri agro Pemkab Luwu Timur.

Kapasitas awal pabrik ditargetkan 100 ton per hari, dengan skenario ekspansi hingga 1.000 ton per hari, menyesuaikan dengan permintaan pasar dan kesiapan infrastruktur.

Salah satu produk milik PT Menata Citra Selaras (Sumber: mcsrice.com)

PT MCS menargetkan transformasi industri beras lokal agar lebih kompetitif secara kualitas dan efisiensi. Salah satu misi besarnya adalah membuka jalur ekspor beras yang melibatkan petani dan penggilingan lokal.

“Kami ingin membawa industri perberasan di Luwu Timur naik kelas, dari sisi mutu, skala, dan jaringan,” tambah Yogi.

Yogi menegaskan bahwa pembangunan ini harus menjadi milik masyarakat, bukan hanya milik investor.

“Keterlibatan warga lokal bukan hanya penting, tapi mendasar. Kami ingin proyek ini memberi dampak sosial yang nyata bagi Luwu Timur.”

Pembangunan pabrik ini bukan sekadar investasi, tapi bagian dari visi besar menjadikan Luwu Timur sebagai lumbung pangan yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Besok, Pemprov Sulsel, PT Vale, dan Pemkab Lutim Gelar Ground Breaking Matano Belt Road

DPRD Lutim Dorong Skema PJLP untuk Selamatkan 208 Tenaga Non-ASN

Sekretariat DPRD Luwu Timur Paparkan Mekanisme PAW dalam FGD KPU Lutim

DPRD Luwu Timur Jadwalkan Reses Perseorangan 13–15 Desember

DPRD Luwu Timur Soroti Pemerataan Sarpras Madrasah

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Bawaslu Sulsel: Masa Tenang Adalah Ujian bagi ASN Palopo
Next Article Ketua Komisi D DPRD Makassar: “Kami Tutup Celah Calo dan Pungli di Penerimaan Siswa Baru”
Sumber Data Cuaca: prakiraancuaca cuaca besok di Palopo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?