Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya pengelolaan sampah, dengan mengikuti sosialisasi Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang digelar oleh Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Selasa (1/7/2025).
Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Bahri Suli, memimpin langsung keikutsertaan secara daring dari Ruang Pimpinan Kantor Bupati Lutim melalui platform Zoom Meeting.
Program LSDP yang didukung Bank Dunia ini akan menggunakan skema hibah berbasis kinerja atau Performance-Based Grants (PBG).
Dalam sosialisasi tersebut, Luwu Timur diumumkan sebagai salah satu calon daerah penerima hibah LSDP untuk wilayah Sulawesi Selatan, bersama Kabupaten Toraja Utara. Jika lolos verifikasi, program akan mulai dijalankan pada tahun 2027.
Sekda didampingi oleh Sekretaris Bapelitbangda, Syaifullah, Kabid Perekonomian, SDA, Wilayah dan Infrastruktur M. Mujahid Shaleh, serta perwakilan OPD teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU.
Mujahid menjelaskan, sejumlah syarat administratif dan teknis harus dipenuhi untuk bisa ditetapkan sebagai penerima hibah. Di antaranya, surat komitmen dari Pemkab, ketersediaan lahan, serta dokumen visibility study.
“Kunci sukses program ini adalah koordinasi lintas sektor, mulai dari OPD hingga pemerintahan desa. Tanpa itu, mustahil kita bisa memenuhi seluruh prasyarat,” ujar Mujahid.
Luwu Timur juga memiliki dua opsi dalam pelaksanaan program LSDP, yaitu pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau model TPST Komunal Rakyat (TPSTKR), dengan kapasitas maksimal hingga 10 unit. Pemilihan model akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan kesiapan infrastruktur.
Lebih lanjut, Mujahid menegaskan bahwa dukungan penuh dari Bupati Luwu Timur menjadi kekuatan utama dalam realisasi program. Bupati disebut sangat antusias terhadap konsep ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin program ini tidak sekadar membangun fasilitas, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegasnya. (rls)




