Manajemen PT Masmindo Dwi Area (MDA) secara mendadak menggerakkan tim logistiknya untuk mendatangi puluhan wilayah pedesaan di dataran tinggi Kabupaten Luwu.
Pergerakan masif menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ini langsung memicu perhatian besar dari masyarakat setempat
Langkah taktis yang dilakukan oleh perusahaan tambang emas tersebut menyasar total 21 desa yang berada di dalam wilayah operasional Kecamatan Latimojong.
Berdasarkan data penyerahan, pihak korporasi total menggelontorkan sebanyak 34 ekor sapi kurban berukuran sehat ke tengah pemukiman warga.
Selain menyisir kawasan lingkar tambang, bantuan logistik keagamaan ini juga diserahkan khusus kepada pihak Kedatuan Luwu serta unsur Forkopimda Kabupaten Luwu.
Borong Pasokan Ternak Langsung Milik Peternak Lokal
Strategi penyediaan puluhan ekor sapi kurban oleh manajemen PT Masmindo Dwi Area kali ini tergolong sangat unik dan berbeda dari biasanya.
Sebab, pihak perusahaan sama sekali tidak memesan atau mendatangkan pasokan hewan ternak dari luar wilayah Kabupaten Luwu.
Melalui kebijakan afirmasi ekonomi, panitia memilih untuk memborong langsung sapi kurban milik para peternak tradisional dan koperasi lokal di wilayah Latimojong.
Selain itu, langkah nyata ini terbukti sukses menghidupkan iklim usaha mikro di tingkat akar rumput desa.
Kepala Teknik Tambang PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa momentum Iduladha merupakan pengingat pentingnya nilai gotong royong.
Pihaknya ingin memastikan perputaran modal dari program ini bisa dinikmati langsung oleh ekosistem ekonomi warga lokal.
Gandeng Forum Desa Guna Jamin Distribusi Tepat Sasaran
Guna menghindari terjadinya kerumunan massa, sistem distribusi puluhan sapi kurban ini tidak dilepas begitu saja ke lapangan.
Pihak manajemen memutuskan untuk berkolaborasi ketat bersama jajaran pemerintah desa setempat.
Perwakilan pemuda yang tergabung dalam Forum Desa (FORDES) memimpin langsung proses pengawasan dan penyembelihan di tiap titik posko.
“Kami ingin memastikan manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh penerima daging kurban, tetapi juga para peternak lokal yang terlibat dari awal prosesnya. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga erat bersama masyarakat,” tutur Mustafa.

