Siswa Korban Penganiayaan Guru Trauma Masuk Sekolah

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Ishak (12), siswa kelas 6 SD Rampoang, dilaporkan hingga hari ini tidak masuk ke sekolah pasca penganiayaan yang dialaminya, Kamis (7/5/15) kemarin. Padahal, saat ini, seharusnya Ishak mengikuti ujian praktek, dan persiapan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).

Saat ditemui, Ishak terlihat masih trauma atas tindakan kekerasan yang dialaminya, yang dilakukan tidak lain oleh gurunya sendiri. Dia mengaku tacit bertemu dengan Ibu Guru yang telah menganiayanya, terlebih lagi bekas luka cakaran dan lebam masih menyisakan rasa sakit.

“Masih sakit, lukanya dalam, kalau kena air atau minyak gosok rasanya perih,” ujar Ishak.

Indah, kakak kandung korban mengaku khawatir dengan kondisi adiknya, terlebih jelang pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD nanti.

“Sebentar lagi UN, saya khawatir jika kondisi adik saya membuat dirinya tidak siap untuk mengikuti ujian,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo, Andi Fatmawati Syam menyebutkan kasus yang dialami Ishak, akan meninggalkan trauma yang cukup lama, ini tentu akan berdampak pada psikologinya.

“Butuh waktu lama untuk memulihkan kondisinya, apalagi korban masih anak-anak,” kata Andi Fatmawati Syam.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah merehabilitasi dan memberikan hiburan, agar korban bisa melupakan kejadian yang pernah dialaminya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Akram Riza mengatakan jika oknum guru yang melakukan penganiayaan sudah dipanggil.

“Kami berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Palopo yang diketahui bernama Arni dikabarkan telah menganiaya, Ishak, yang tak lain muridnya sendiri, Kamis (07/05/15) lalu. Ishak dianiaya dihadapan teman-temannya pasca mengikuti ujian praktek salat. Ishak dianiaya karena main bola di belakang kelas, yang mengakibatkan siswa kelas 1 yang sedang belajar, terganggu.

 

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser